Sabtu, 12 September 2015

Wejangan

Wejangan ke-3 Kahananing DatSajatine manungsa iku rahsanIngsun lan Ingsun iku rahsaning manungsa, karana Ingsun anitahake adam asal saka anasir patang prakara, bumi, geni, angin, banyu. Iku kang dadi kawujudaning sipat Ingsun, ing kono Ingsun panjingi mu-dah limang prakara, nur, rahsa, roh, napsu, budi. Iya iku minangka warananing wajah Ingsun kang maha suci.Nasehat ke-3 Keadaan DzatSesungguhnyamanusia itu rahsaKUdanAKUitu rahsanya manusia, karena AKU menciptakan

Adam berasal dari empat perkara, bumi, api, angin, air. Itu sebagai perwujudan sifatKU, di sana AKU tempatkan lima perkara, nur, rahsa, roh, nafsu, budi. Itulah sebagai perwujudan wajahKU yang maha suci.

Nasehat ke-3 menerangkan bahwa manusia diciptakan sebagai ‘rahsa’ (bukan rasa, sebab antara rasa dan rahsa dalam keilmuan jawa berbeda) dari Allah, dan Allah itu sebagai ‘rahsa’ dari manusia. Yang dimaksud adalahbahwa Allah menciptakan manusia menurut gambaranNya atau menurut citraNya, seperti pernah saya kemukakan bahwa pada tubuh manusia tertulis huruf ALLAH, yaitu: (terlihat saat mengangkat kedua tangan, seperti dalam takbiratul ihram, membaca allahu akbar)alifsebagai garis dari ujung jari tangan kananturun hingga ke ujung jari kaki kanan,lampertama dari ujung jari tangan kanan turun melalui bahu kanan dan naik ke puncak kepala,lamkedua dari puncak kepala turun melalui bahu kiri dan naik hingga ujung jari tangan kiri,hasebagai garis dari ujung jari tangan kiri turun hingga ujung jari kaki kiri.Dan manusia diciptakan berasal dariempat unsuryang merupakan gambaran sifat- Nya yaitu bumi, api, angin dan air.

Bumidalam tubuh kita terwujud pada hal-2 yangbersifat kedagingan, dan dibagi menjadidua hal yaitu yang merupakanunsur dari bapakberupa tulang, otot, kulit dan otak, danunsur dari ibuberupa daging, darah, sungsum dan jerohan.

Apidalam tubuh menjadikanempat nafsuyaitu aluamah, amarah, supiyah dan mutma’inah.Aluamahberwataksuka terhadap makanan, sifatnyamembangkitkan kekuatan badanAmarahberwataksuka marah, emosi, sifatnyamembangkitkan kekuatan kehendak(bhs jawa : karep)

Supiyahberwatakkeinginan,keterpesonaan,keinginan memiliki, bersifatmembangkitkan kekuatanikirberupaakalMutmainahberwatakkesuciandanketenangan, bersifatmembangkitkan kekuatan untuk berpantang(bhs jawa : tarakbrata)

Angindalam tubuh kita terwujud dalam empat hal yaitu
napas,tannapas,anapasdannupus.
Napasmerupakan ikatan badan fisik, bertempat di hati suwedhi, yaitujembatan hati, berpintu dilisan

Tannapasmerupakanikatan hati, bertempatdi pusar, berpintu dihidung

Anapasmerupakanikatan roh, berpintu ditelinga

Nupusmerupakanikatan rahsa, bertempat dihati pusat yang putihyaitujembatan jantung, berpintu dimata.

Airdalam tubuh menjadikanempat elemen roh
yaitu roh hewani, roh nabati, roh rabbani dan roh nurrani.

Roh hewani, menumbuhkankekuatan badanRoh nabatimenumbuhkan rambut, kuku, danmenghidupkan budiRoh rabbanimenumbuhkanrahsa(dzat hamba)Roh nurranimenumbuhkancahaya.Setelah empat unsur alam terbentuk dalam tubuh manusia, kemudian Allah menempatkan pula lima hal yaitudzat hamba(jawa : mudah) sebagaigambaran wajah-Nyayaitu nur, rahsa, roh, nafsu dan budi.Nur, merupakan terangnya cahya, jika mewakili Dzat Yang Maha Suci dapat menerangi lahir batinRahsa, rasa jika mewakili Dzat Yang Maha Suci dapat menumbuhkan daya ketenteraman di lahir batinRoh, penglihatan roh jika mewakili Dzat YangMaha Suci menjadikan penguasaan sempurnaNafsu, kekuatan nafsu jika mewakili Dzat Yang Maha Suci menumbuhkan kekuatan kehendak yang sentosaBudi, penciptaan budi jika mewakili Dzat Yang Maha Suci menumbuhkan daya cipta yang sentosa.Oleh karena itulah beberapa orang mengatakan bahwa manusia mempunyai sifat-2 Tuhan dan juga mempunyai kesucian wajah Tuhan.Wejangan ke-4 Pambukaning tata malige ing dalem betalmakmursajatine Ingsun anata malige ana sajroning betalmakmur, iku omahenggoning parameyanIngsun, jumeneng ana sirahing Adam. Kang ana sajroning sirah ikudimak, yaiku utek, kang ana antaraning utek iku manik, sajroning manik iku bu-di, sajroning budi iku napsu, sajroning napsu ikusuksma, sajroning suksma iku rahsa, sajroning rahsa iku Ingsun, ora ana Pangerananging Ingsn, dat kang nglimputi ing kaanan jati.

Minggu, 06 September 2015

MAN RABBUKA

.:: PERTANYAAN MALAIKAT DIDALAM KUBUR::.

Tanya :
Man Rabbuka? Siapa Tuhanmu?Jawab : Allahu Rabbi. Allah Tuhanku.Tanya : Man Nabiyyuka? Siapa Nabimu?Jawab : Muhammadun Nabiyyi. Muhammad NabikuTanya : Ma Dinuka? Apa agamamu?Jawab : Al-Islamu dini. Islam agamakuTanya : Man Imamuka? Siapa imammu?Jawab : Al-Qur'an Imami. Al-Qur'an ImamkuTanya : Aina Qiblatuka? Di mana kiblatmu?Jawab : Al-Ka'batu Qiblati. Ka'bah QiblatkuTanya : Man Ikhwanuka? Siapa saudaramu?Jawab : Al-Muslimun Wal-Muslimat Ikhwani.Muslimin dan Muslimah saudaraku.

.Jawabannya sangat sederhana bukan?Tapi apakah sesederhana itukah kelak kita akan menjawabnya?Saat tubuh terbaring sendiri di perut bumi.Saat kegelapan menghentak ketakutan.Saat tubuh menggigil gemetaran.
Saat tiada lagi yang mampu jadi penolong.Ya, tak akan pernah ada seorangpun yang mampu menolong kita.Selain amal kebaikan yang telah kita perbuat selama hidup di dunia.Astaghfirullahal 'Adzim.
.Ampunilah kami Ya Allah..Kami hanyalah hamba-Mu yang berlumur dosa dan maksiat..Sangat hina diri kami ini di hadapan-Mu..Tidak pantas rasanya kami meminta dan selalu meminta maghfirah-Mu.

.Sementara kami selalu melanggar larangan-Mu..Ya Allah...Izinkan kami untuk senantiasa bersimpuh memohon maghfirah dan rahmat-Mu.
.Tunjukkanlah kami jalan terang menujucahaya-Mu..Tunjukkanlah kami pada jalan yang lurus.Agar kami tidak sesat dan tersesatkan..
.Aamiin Yaa Rabbal 'AalamiinWallahu A'alam.

Ridho suami

RIDHO SUAMI ADALAH SURGA BAGIMU WAHAI PARA ISTRI..

Dalam Islam memang begitulah aturannya. Ketaatan seorang perempuan ketika belum menikah memang nomer satu kepada orang tua.
Tapi begitu menikah, ketaatan nomer satu adalah pada suaminya.Untuk menambahkan sebuah alasan yang bisa dijadikansebuah renungan untuk para istri tentang mengapa redha seorang suami itu adalah surga untuk kalian para istri,

berikut ini ada beberapa catatan:Untuk Para Istri: Inilah Mengapa Ridho Suami Adalah Surga Bagimu

* Suami dibesarkan oleh ibu yang mencintainya seumur hidup. Namun ketika dia meningkat dewasa, dia telah memilih mencintaimu yang bahkan belum tentu mencintainya untuk seumur hidup. Bahkan sering pula rasa cintanya terhadapmu melebihi rasa cintanya kepada ibunya sendiri.

* Suami dibesarkan sebagai pria yang ditanggung nafkahnya oleh ayah dan ibunya sampai dia meningkatdewasa. Namun sebelum dia mampu membalasnya, dia telah bertekad untuk menanggung nafkahmu. Seorang perempuan asing yang baru saja dikenalnya dan hanya terikat dengan akad nikah tanpa ikatan darah seperti ayah dan ibunya.

* Suami rela menghabiskan waktunya untuk mencukupi kebutuhan anak-anak dan dirimu. Padahal di sisi ALLAH SWT, engkau lebih dihormati tiga kalilebih besar oleh anak-anakmu dibandingkan dirinya. Namun tidak pernah sekalipun dia merasa iri karena dia mencintaimu dan berharap engkau memang mendapatkan yang lebih baik darinya di sisi ALLAH SWT.

* Suami berusaha menutupi masalahnya dihadapanmu dan berusaha menyelesaikannya sendiri.Sedangkan engkau seringkali mengadukan masalahmu ke dia dengan harapan dia mampu memberikan solusi. Padahal disaat kamu sedang mengadu itu, dia sedang memiliki masalah yang lebih besar, namun tetap saja masalahmu di utamakan ketimbang masalah yang dihadapi olehnya.

* Suami berusaha memahami bahasa diammu, bahasatangisanmu sedangkan engkau terkadang hanya mampumemahami bahasa lisannya saja. Itupun bila dia telahmengulanginya berkali-kali.

* Bila engkau melakukan dosa, maka dia akan ikut terseret ke neraka karena dia bertanggung jawab akan maksiat yang telah engkau lakukan. Namun bila dia berbuat dosa, engkau tidak akan pernah dituntut ke neraka. Karena apa yang dilakukan olehnya adalah hal-hal yang harus dipertanggungjawabkannya sendiri

.Seorang pria bertanggung jawab 4 orang wanita dalam hidupnya yaitu ibunya, kakak / adik perempuannya, istrinya dan anak perempuannya.

Dan seorang wanita memiliki 4 orang yang bertanggung jawab atas dirinya yaitu ayahnya, abang /adik lelakinya, suami dan anaknya.

Tidak perlu sering mempertanyakan siapa yang lebih besar kewajiban dan tanggungjawabnya karena masing-masing punya tangunggjawab yang telah dipertanggungjawabkan kepada diri masing-masing. Sebaliknya tanya diri sendiri apakah sudah menjalankan kewajiban tersebut atau belum.

Sahabatku Yang dimuliakan Allah,"Ya Allah, muliakanlah sahabat-sahabatKami, Berikanlah Kami pasangan yang setia, mewujudkan keluarga sakinah mawaddah warahmah.Kelak masukkanlah Kami disurga yang terindah.."Aamiin Ya Robbal Alamin

Bila ibu blh memilih

:: Bila Ibu Boleh Memilih ::

Anakku...Bila ibu boleh memilihApakah ibu berbadan langsing atau berbadan besar karena mengandungmu,
Makaibu akan memilih mengandungmu.Karena dalam mengandungmu ibu merasakan keajaiban dan kebesaran

AllahSembilan bulan nak...Engkau hidup di perut ibuEngkau ikut kemanapun ibu pergiEngkau ikut merasakan ketika jantung ibu berdetak karena kebahagiaanEngkau menendang rahim ibu ketika engkau merasa tidak nyaman,
karena ibu kecewa dan berurai air mataAnakku...Bila ibu boleh memilih apakah ibu harus operasi caesar, atau ibu harus berjuang melahirkanmuMaka ibu memilih berjuang melahirkanmuKarena menunggu dari jam ke jam,
menit ke menit kelahiranmuAdalah seperti menunggu antrian memasuki salah satu pintu surgaKarena kedahsyatan perjuanganmu untuk mencari jalanke luar ke dunia sangat ibu rasakanDan saat itulah kebesaran Allah menyelimuti kita berduaMalaikat tersenyum diantara peluh dan erangan rasa sakit,Yang tak pernah bisa ibu ceritakan kepada siapapunDan ketika engkau hadir
, tangismu memecah duniaSaat itulah...Saat paling membahagiakanSegala sakit dan derita sirna melihat dirimu yang merah,Mendengarkan ayahmu mengumandangkanadzan,Kalimat syahadat kebesaran Allah dan penetapan hati tentang junjungan kitaRasulullah di telinga mungilmu
Anakku...Bila ibu boleh memilih apakah ibu berdada indah,atau harus bangun tengah malam untuk menyusuimu,Maka ibu memilih menyusuimu,Karena dengan menyusuimu ibu telah membekali hidupmu dengan tetesan-tetesandan tegukan tegukan yang sangat berhargaMerasakan kehangatan bibir dan badanmu didada ibu dalam kantuk ibu,Adalah sebuah rasa luar biasa yang orang lain tidak bisa rasakan

Anakku...Bila ibu boleh memilih duduk berlama-lama di ruang rapatAtau duduk di lantai menemanimu menempelkan puzzleMaka ibu memilih bermain puzzle denganmuTetapi anakku...Hidup memang pilihan...Jika dengan pilihan ibu, engkau merasa sepi dan meranaMaka maafkanlah nak...Maafkan ibu...Maafkan ibu...

Percayalah nak, ibu sedang menyempurnakan puzzle kehidupan kita,Agar tidak ada satu kepingpun bagian puzzle kehidupan kita yang hilangPercayalah nak...Sepi dan ranamu adalah sebagian duka ibuPercayalah nak...Engkau adalah selalu menjadi belahan nyawa ibu.

Sabtu, 05 September 2015

Tops leluarga bahagia

tips keluarga bahagialainnya diantaranya yaitu :

1.Selama menempuh hidup berkeluarga, sadarilah bahwa jalan yang akan kita lalui tidaklah selalu jalan yang bertabur bunga kebahagiaan tetapi juga semak belukar yang penuh onak dan duri.

2.Ketika biduk rumah tangga dalam masalah, janganlah saling berlepas tangan, tetapi sebaliknya justru semakin erat berpegangan tangan untuk menyelesaikanmasalah tersebut.

3.Ketika keluarga belum dikaruniai anak, cintailah istri atau suami dengan sepenuh hati dan senantiasa berusaha dan berdoa.

4.Ketika sudah mempunyai anak, janganlah membagi cinta kepada suami atau istri dan anak-anak dengan beberapa bagian saja,akan tetapi cintailah suami-istriserta anak-anak dengan sepenuh hati tanpa terkecuali.

5.Ketika ekonomi keluarga belum membaik, yakinlah bahwa pintu rejeki akan terbuka lebar berbanding lurus dengan tingkat ketaatan suami istri kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala

Jumat, 21 Agustus 2015

Pitutur

BUTIR - BUTIR PITUTUR LUHURKEMANUSIAAN:1.Adigang Adigung Adiguna;MaknaAdigang Adigung Adigunaadalah dalam menjalani hidupnya,seseorang perlu mengelola secara arif untuk tidak membanggakan kekuatannya ( Adigang ), tidak membanggakan kebesarannya ( Adigung ), tidak membanggakan kepandaiannya ( Adiguna )Makna tersebut diwujudkan dalam sikap dan perilaku bersahaja, sopan, santun, menghormati, menghargai, tidak sombong, dan tidak pamer.Sikap dan perilaku tersebut diterapkan dalam hubungan seseorang dengan orang lain.2.Ambeg utama;MaknaAmbeg utamaadalah kesadaran dan keyakinan untuk mempelajari, meresapi, mendalami, dan menghayati segala bentuk ajaranBUDI LUHUR.Makna tersebut diwujudkan dalam sikap dan perilaku yang sabar,sumeleh, suka menolong sesame,guyub rukun, menghindari sifat angkara, dan mendekatkan sifat-sifat yang baik, memberi teladan.Sikap dan perilaku tersebut diterapkan dalam hubungan seseorang dengan sesama.3.Andhap Asor;MaknaAndhap Asortidak mengedepankan kelebihan yang dimiliki, dan tidak berusaha melebihi orang lain.Makna tersebut diwujudkandalam sikap danperilaku bersahaja, sopan, santun, menghormati, menghargai, tidak sombong, tidak pamer, dan tidak angkuh.Sikap dan perilaku tersebut diterapkan dalam hubungan seseorang dengan orang lain.4.Aja Lali Marang Panggawe Becik Jalaran Panggawe Becik Iku Minangka Dalane Mulyanira;MaknaAja Lali Marang Panggawe Becik Jalaran Panggawe Becik Iku Minangka Dalane Mulyaniraadalah jangan melupakan perbuatan baik, sebab perbuatan baik itu merupakan jalan menuju kemuliaan.Makna tersebut diwujudkan dalam sikap dan perilaku selalu berbuat kebaikan kepada siapapun.Sikap dan perilaku tersebut diterapkan dalam hubungan seseorang dengan orang lain.5.Aja Mbedaake marang sapadha-padha;MaknaAja Mbedaake marang sapadha-padhaadalah aetiap orang perlu mendapatkan penghormatan dan penghargaan yang sama,sekalipun secara kodrati memiliki perbedaan secara lahiriah, karena sesungguhnya perbedaan tersebutlahyang melahirkan dinamika hidup bersama dalam rangka terwujudnya rasa sejahtera bersama.Makna tersebut dapat diwujudkan dalam sikap dan perilaku bersahabat dan bersaudara penuh rasa cinta kasih saying kepada siapapun baik kaya maupun miskin, tua atau muda dan sebagianya.Sikap dan perilaku tersebut diterapkan dalam hubungan seseorang dengan orang lain.6.Aja Rumangsa Bisa, Nanging Bisa Rumangsa, Yen Kawula iku Mung Saderma;MaknaAja Rumangsa Bisa, Nanging Bisa Rumangsa, Yen Kawula iku Mung Sadermaadalah keadaran bahwa manusia tidak memiliki kelebihan apapun karena semua adalah kodrat dari Tuhan Yang Maha Esa.Makna tersebut diwujudkan dalam sikap dan perilaku menciptakan keseimbangan dankeselarasan serta menghargai hak-hak yangdimiliki setiap manusia.Sikap dan Perilaku Tersebut diterapkan dalam hubungan seseorang denganTuhan Yang Maha Esa dan sesamanya.7.Aja Sira Wani Marang Wong Tuwanira, Jalaran Sira Bakal Kena Bebendu Saka Kang Murbeng Dumadi;MaknaAja Sira Wani Marang Wong Tuwanira, Jalaran Sira Bakal Kena Bebendu Saka Kang Murbeng Dumadiadalah seseorang janganlah berani kepada orang tua, karena akan memperoleh hukuman dariTuhan Yang Maha EsaMakna tersebut diwujudkan dalam sikap dan perilakuselalu taat dan patuh terhadap orang tua, berbuat baik dan menghormati penuh cinta kasih saying yang tulus.Sikap dan perilaku tersebut diterapkan dalam hubungan seseorang dengan orang tuanya..8.Ajining Diri Gumantung Saka Ing Lathi;MaknaAjining Diri Gumantung Saka Ing Lathiadalahharga diri seseoarng tergantung dari apa yang diucapkan.Makna tersebut diwujudkan dalam sikap dan perilaku selalu berhati-hati dalam berbicara dan bersikap yang selalu sesuai dengan kenyataan yang ada.Sikap dan perilaku tersebut diterapkan dalam hubungan seseorang dengan orang lain.9.Asah, Asih, Asuh;MaknaAsah, Asih, Asuhadalah suasana saling mencintai (Asih ), saling membelajarkan ( Asah ), saling menolong ( Asuh ) merupakan kondisi yang menjadikanhubungan manusia yang satu dengan yang lain menjalin kerja sama yang efisien dan efektif dalam rangka mewujudkan rasa kesejahteraan bersama.Makna tersebut diwujudkan dalam sikap dan perilaku adanya kebersamaan, keterbukaan, saling member, saling menerima.Sikap dan perilaku tersebut diterapkan dalam hubungan seseorang dengan orang lain.10.Berbudi Bawa Laksana;MaknaBerbudi Bawa Laksanaadalah kesadadaran dan keyakinan bahwa keutamaan seseorang untuk selalu berbuat baik dan member pertolongan kepada sesamanya.Makna tersebut diwujudkan dalam sikap dan perilakuselalu berusaha menolong sesama, memberikan sedekah kepada yang memerlukan dan selalu berbuat kebaikan.Sikap dan perilaku tersebut diterapkan dalam hubungan seseorang dengan sesama.11.Bersahaja ;MaknaBersahajaadalah keadaan untuk bersikap sederhana dan penuh kewajaran.Makna tersebut diwujudkan dalam sikap dan perilaku tidak suka pamer, tidak sombong, apa adanya, jujur.Sikap dan perilaku tersebut diterapkan dalam hubungan seseorang dengan sesama.12.Berwatak Sabar ;MaknaSabaradalah keadaan untuk bersikaptenang dan tabah dalam menghadapi berbagai cobaan, dan setiap kegiatan selalu didasari pikiran dan perasaan tenang dan dingin.Makna tersebut diwujudkan dalam sikap dan perilaku yang tidak lekas marah, tidak lekas putus asa, tidak lekas patah hati, tenang tidak terburu nafsu.Sikap dan perilaku tersebut diterapkan dalam hubungan seseorang dengan orang lain.13.Dadia Wong Kang Luhur Bebudene ;MaknaDadia Wong Kang Luhur Bebudeneadalah jadilah manusia yang berbudi luhur.Makna tersebut diwujudkan dalam sikap dan perilaku selalu berusaha dengan sungguh-sungguh mencintai, mengasihi, menyayangi sesame hidup.Sikap dan perilaku tersebut diterapkan dalam hubungan seseorang dengan orang lain.14.Drengki, Srei, Jail ;MaknaDrengki, Srei, Jailadalah dalam menjalani hidupnya, seseorang perlu mengelola secara arifrasa cemburu( drengki ), iri hati( Srei ), dan perasaan suka mengganggu( Jail ), menjadi perasaan saling menghormati dan saling menghargai, saling tolong-menolong, salingAsih, Asah, Asuh.Makna tersebut diwujudkan dalam sikap dan perilaku aktif membiasakan secara terusmenerus berbuat kebaikan pada orang lain.Sikap dan perilaku tersebut diterapkan dalam hubungan seseorang dengan orang lain.15.Eling, Sabar, Aja Sok Gawe Gelane Liyan;MaknaEling, Sabar, Aja Sok Gawe Gelane Liyanadalah dalam menjalani kehidupan dan penghidupan, seseorang perlu memilikikeasadaran merasakan keperadaan Tuhan Yang Maha Esa dalam dirinya sehingga ia mampu selalu tenang dalam segala keadaan dan tabah dalam segala penderitaan, dan sekaligus mampu tidak membuat kecewa orang lain.Makna tersebut diwujudkan dalam sikap dan perilakuselalumanembahdengan sungguh-sungguh kepada Tuhan Yang Maha Esa, selalu berbuat kebaikan, dan selalu menepati janji.Sikap dan perilaku tersebut diterapkan dalam hubungan seseorang dengan Tuhan Yang Maha Esa dan orang lain16.Eling Sing Momong Jabang Bayi Nalika Lahir ;MaknaEling Sing Momong Jabang Bayi Nalika Lahiradalah kesadaran dan keyakinan bahwa seorang anak harus menghormati atau menghargai orang tua.Makna tersebut duwujudkan dalam sikap dan perilaku menghormati, menghargai, patuh, menjunjung tinggi harkat dan martabat serta berbakti kepada orang tua.Sikap dan perilaku tersebut diterapkan dalam hubungan seseorang dengan orang tua.17.Gotong Royong ;MaknaGotong Royongadalah aktif kerja sama semata-mata untuk mewujudkan rasa sejahtera bersama.Makna tersebut diwujudkan dalam sikap dan perilaku altif ikut serta dalam kegiatan bersama, dalam rangka mewujudkan rasa sejah tera bersama.Sikap dan perilaku tersebut diterapkan dalam hubungan seseorang dengan orang lain18.Hidup Adalah Pengabdian ;MaknaHidup Adalah Pengabdianapa yang aku lakukan dalam hidupku, bukan untuk kepentinganku, tetapi semata-mata untuk kebahagiaan sesame manusia.Makna tersebut diwujudkan dalam sikap dan perilaku selalu berurusan dengan sungguh-sungguh membahagiakan sesame manusia setiap waktu dimanapun, kapanpun, dan dalam keadaan yang bagaimanapun.Sikap dan perilaku tersebut diterapkan dalam hubungan seseorang dengan sesama manusia dan Tuhan yang Maha Esa.19.Iklas ;MaknaIklasadalah bahwa setiap perbuatan hendaknya didasari niat baik sehingga tidak merasakan keberatan untuk melakukan apa saja pada dirinya maupun orang lain dan bagi siapapun.Makna tersebut diwujudkan dalam sikap dan perilaku yang tidak meninjolkan diri sendiri dalam memberikan sesuatu kepada orang lain, tanpa mengharapkan imbalan bila menolong seseorang, tidak ragu-ragu bila memberikan / menolong orang lain.Sikap dan perilaku tersebut diterapkan dalam hubungan seseorang dengan sesama.20.Jangan Makan atau Menggunakan makanan yang memudahkan Rusaknya Badan Jasmani ;MaknaJangan Makan atau Menggunakan makanan yang memudahkan Rusaknya Badan Jasmaniadalah kesadaran dan keyakinan bahwa makanan dapat merusak jasmani dan akhirnya menyebabkan lupa kewajiban mengingat Tuhan Yang Maha Esa.Makna tersebut diwujudkan dalam sikap dan perilaku tidak memakan makanan atau menggunakan barang yang dapat merusak jasmani seperti Narkoba, Minuman Keras dan sebagainya.Sikap dan perilaku tersebut diterapkan dalam hubungan seseorang dengan dirinya sendiri dan Tuhan Yang Maha Esa.21.Jujur ;MaknaJujuradalah kesadaran dan keyakinan bahwa apapun yang dilakukan hendaknya sesuai dengan hati nurani dan yang diucapkan terwujud dalam perbuatan.Makna tersebut diwujudkan dalam sikap dan perilaku lurus, tulus, iklas, berkata-berbuat-berpikiran benar.Sikap dan perilaku tersebut diterapkan dalam hubungan seseorang dengan dirinya sendiri.22.Ksatria ;MaknaKsatriaadalah berani bertanggung jawab dengan segala konsekuensinya terhadap perbuatan yang dilakukan.Makna tersebut diwujudkan dalam sikap dan perlaku bila bersalah mengakui kesalahnnya , minta maaf, dan bertekad memperbaiki diri. Bila tindakannya benar namun dikatakan salah oleh orang lain, iklas memberi maaf kepada yang menuduhnya.Sikap dan perilaku tersebut diterapkan dalam hubungan seseorang dengan orang lain.23.Kudu Rukun Marang tangga Teparo ;MaknaKudu Rukun Marang tangga Teparoadalah dengan para tetangga dekat harus terjadi hubungan mesra lahir batin.Makna tersebut diwujudkan dalam sikap dan perilaku selalu memperhatikan, mengerti, menghormati, menghargai, bersahabat, dan bersaudara dengan tetangga.Sikap dan perilaku tersebut diterapkan dalam hubungan seseorang dengan sesama dan masyarakat.24.Kumingsun ;MaknaKumingsunadalah aktualnya kesadaran yang menganggap dirinyalah yang paling benar, paling bersih, paling kuasa, paling segalanya disbanding dengan orang lain, sebuah kesadaran yang perlu ditinggalkan oleh seseorang dalam menjalani hidupnya.Makna tersebut diwujudkan dalam sikap dan perilaku bersahaja, sopan, santun, menghormati, menghargai, tidak sombong, tidak pamer, dan mampu mengendalikan diri.Sikap dan perilaku tersebut diterapkan dalam hubungan seseorang dengan orag lain.25.Kudu Sing Nduweni Rasa Rumangsa, Aja Amarga Rumangsa Nduweni ;MaknaKudu Sing Nduweni Rasa Rumangsa,Aja Amarga Rumangsa Nduweniadalah kesadaran bahwa manusia tidak memiliki kelebihan apapun karena semua adalah kodrat dariALLAH. SWT( Tuhan Yang Maha Esa ).Makna tersebut dapat diwujudkan dalam sikap dan perilaku menciptakan keseimbangan dan keselarasan serta menghargai hak-hak yang dimiliki setiap manusia.Sikap dan Perilaku Tersebut diterapkan dalam hubungan seseorang denganALLAH.SWT( Tuhan Yang Maha Esa ) dan sesamanya.26.Kudu Weruh lan Ngerti marang Trapsila lan Tata Krama ;MaknaKudu Weruh lan Ngerti marang Trapsila lan Tata Kramaadalah dalam bergaul dengan siapapun, seseorang perlu selalu mengaktualkan penampilan diri baik dalam berpakaian, berkata, maupun dalam tingkah laku, secara halus dan baik, disertai penuh rasa hormat yang tertib sesuai dengan adat yang berlaku.Makna tersbut diwujudkan dalam sikap dan perilaku dalam setiap pergaulan dengan siapapun, selalu berpakaian yang bersih dantertibsesuai dengan situasi dan kondisi yangberlaku, berkata dan bertingkah laku yang halus penuh susila dan rasa hormat.Sikap dan perilaku tersebut diterapkan dalam hubungan seseorang dengan orang lain.27.Kumingsun ;MaknaKumingsunadalah aktualnya kesadaran yang menganggap dirinyalah yang paling benar,, paling bersih, paling kuasa dan paling segalanya disbanding dengan orang lain, sebuah kesadaran yang perlu ditinggalkan oleh seseorang dalam menjalani hidupnya.Makna tersebut diwujudkan dalam sikap dan perilaku bersahaja,sopan, santun, menhormati, menghargai, tidak sombong, tidak pamer, dan mampu mengendalikan diri.Sikap dan perilaku tersebut diterapkan dalam hubungan seseorang dengan orang lain.28.Lembah Manah ;MaknaLembah Manahadalah penampilan diri yang selalu menyenangkan dan enak dipandang.Makna tersebut diwujudkan dalam sikap dan perilaku selalu tersenyum, gembira, ramah, sopan-santun.Sikap dan perilaku tersebut diterapkan dalam hubungan seseorang dengan orang lain.29.Mawas Diri ;MaknaMawas Diriadalah kesadaran dan keyakinan untuk mengoreksi diri terhadap berbagai tindakan yang dilakukan secara obyektifMakna tersebut diwujudkan dalam sikap dan perilaku yangyang menyadari akan kelemahan dirinya sendiri dan tidak cenderung mencari-cari kesalahan diluar.Sikap dan perilaku tersebut diterapkan dalam hubungan seseorang dengan dirinya sendiri dan orang lain.30.Memayu Hayuning Sarira ;MaknaMemayu Hayuning Sariraadalah kesadaran dan keyakinan bagi seseorang untuk mengutamakan keselamatan, kesejahteraan, dan kebahagiaan diri.Makna tersebut diwujudkan dalam sikap dan perilaku mengembangkan sikap mawas diri atau mengenal diri sendiri sehingga dalam setiap tindakannya selalu menunjukkan kebaikan dan keluhuran budi.Sikap dan perilaku tersebut diterapkan dalam hubungan seseorang dengan dirinya sendiri dan orang lain.31.Mempunyai Keyakinan Yang Teguh dan Tidak putus asa ;MaknaMempunyai Keyakinan Yang Teguh dan Tidak putus asaadalah dalam menjalani hidup, seseorang perlu memiliki kekuatan, ketangguhan dan ketabahan jiwa, untuk tidak bergeming dan tetap terus maju, ditengah-tengah badai kehidupan yang bagaimanpun dahsyatnya.Makna tersebut diwujudkan dalm sikap dan perilaku riang gembira dalam segala kesukaran, tidak mengeluh, sadar menjalanikehidupan penuh gairah yang mantap, optimis, serta berpikir positif.Sikap dan perilaku tersebut diterapkan dalam hubungan seseorang dengan dirinya sendiri.32.Menehi Payung Marang Sapa Wae Kang Lagi Kudanan ;MaknaMenehi Payung Marang Sapa Wae Kang Lagi Kudananadalahmemberikan kondisi dan situasi yang bersifat memecahkan masalah yang sedang di sandang seseorang secara alami.Makna tersebut diwujudkan dalam sikap dan perilaku bergaul secara alami penuh dengan simpati, empati, dan bakti demi kebahagiaan orang lain.Sikap dan perilaku tersebut diterapkan dalam hubungan seseorang dengan orang lain.33.Menehi Pepadhang Marang Sapa wae kang lagi Nandhang Peteng;MaknaMenehi Payung Marang Sapa Wae Kang Lagi Kudananadalahmemberikan kondisi dan situasi yang bersifat memecahkan masalah yang sedang di sandang seseorang secara alami.Makna tersebut diwujudkan dalam sikap dan perilaku bergaul secara alami penuh dengan simpati, empati, dan bakti demi kebahagiaan orang lain.Sikap dan perilaku tersebut diterapkan dalam hubungan seseorang dengan orang lain.34.Meri ;MaknaMeriadalah dalam menjalani hidupnya, seseorang perlu mengelola secaraarifrasa cemburu( drengki ), iri hati( Srei ), dan perasaan suka mengganggu( Jail ), menjadi perasaan saling menghormati dan saling menghargai, saling tolong-menolong, saling Asih, Asah,Asuh.Makna tersebut diwujudkan dalam sikap dan perilaku aktif membiasakan secara terusmenerus berbuat kebaikan pada orang lain.Sikap dan perilaku tersebut diterapkan dalam hubungan seseorang dengan orang lain35.Methakil ;MaknaMethakiladalah dalam menjalani hidupnya, seseorang perlu mengelola secaraarif dinamika akal jahatnya( methakil ), menjadi akal sehat yang jernih, yang sepenuhnya dilambari oleh hati yang bersih.Makna tersebut diwujudkan dalam sikap dan perilaku selalu membangun kondisi sucidalam pikiran, perkataan, dan perbuatan, dalam dinamika kehidupan bersama.Sikap dan perilaku tersebut diterapkan dalam hubungan seseorang dengan orang lain.36.Mikul Dhuwur Mendem Jero ;MaknaMikul Dhuwur Mendem Jeroadalah kesadaran dan keyakinan untuk menunjukkanbakti kepada orang tua walaupun sudah tiada dengan melestarikan hal-hal yang baikdan meninggalkan hal-hal yang tidak terpuji.Makna tersebut diwujudkan dalam sikap dan perilaku berbakti kepada orang tua, menghormati orangtua, patuh dan taat kepada orang tua, mencontoh ucapan, sikap,dan perbuatan baik dari orang tua kita.Sikap dan perilaku tersebut diterapkan dalam hubungan seseorang dengan orang tua.37.Ngalah ;MaknaNgalahadalah aktualnya kesadaran berani menghindari benturan kekerasan orang lain, demi mewujudkan kedamaian hidup bersama, akhirnya dikemudian hari menikmati hidup yang luhur, dan hidup yang mulia.Makna tersebut diwujudkan daklam sikap dan perilaku setiap tindakan apapun yang dilakukan selalu di;lambari rasa iklas, sabar,jujur, dan cinta kasih sayang.Sikap dan perilaku tersebut diterapkan dalam hubungan seseorang dengan orang lain.38.Ngati – ati ;MaknaNgati – atiadalah setiap tindakan dilakukan secara hati-hati.Makna tersebut diwujudkan dalam sikap dan perilaku selalu tenang, cermat, tidak tergesa-gesa dalam setiap tindakan dengan selalu memohon petunjuk Tuhan Yang Maha Esa.Sikap dan perilaku tersebut diterapkan dalam hubungan seseorang dengan diri sendiri dan orang lain.39.Ora Kayungyun Mring Sepining Kayun, Nora Kasengsem Mring Eseming Semu ;MaknaOra Kayungyun Mring Sepining Kayun, Nora Kasengsem Mring Eseming Semuadalah dalam menjalani hidupnya, seseorang perlu sadar sepenuhnya, tidak hanyut dalam keadaan yang sepi, tidak terpesona dalam keadaan yang menyenangkan sesaat penuh senyum.Makna tersebut diwujudkan dalam sikap dan perilaku selalu berbuat baik dalm kondisi internal dan eksternal yang bagaimanapun keadaannya.Sikap dan perilaku tersebut diterapkan dalam hubungan seseorang dengan diri sendiri dan orang lain.40.Nyungsang Bawana Balik, Nggelar Jagad Anyar ;MaknaNyungsang Bawana Balik, Nggelar Jagad Anyaradalah kemampuan seseorang membalikkan dunia kehidupannya yang tadinya hanya mengikuti Aku-Nya yang cenderung bersifat serba negatif dibalik menjadi dunia kehidupan yang mengikuti Sang Hidup, yang dinamika hidupnya bersifat positif.Makna tersebut diwujudkan dalam sikap dan perilaku, selalu berusaha mengubah sikap dan perilaku hidup negative, yang cenderung bersifat egoistis, masa bodoh, malas dan sejenisnya menjadi sikap dan perilaku hidup positif, seperti rendah hati, memiliki kepekaan social, aktif, rajin, dan sebagainya sehingga mampu membuka dunia kehidupan baru, kehidupan yang lebih baik.Sikap dan perilaku tersebut diterapkan dalam hubungan seseorang dengan diri sendiri41.Ora Butuh Rewang, Ora Butuh Mungsuh, Butuhe Mung Kabecikan, Becik Sejatine Becik ;MaknaOra Butuh Rewang, Ora Butuh Mungsuh, Butuhe Mung Kabecikan, Becik Sejatine Becikadalahdalam menjalani hidup, seseorang sesungguhnya tidak membutuhkan teman, tidak membutuhkan musuh, yang dibutuhkan hanyalah kebaikkan, baik sejatinya baik.Makna tersebut diwujudkan dalam sikap dan perilaku selalu berbuat baik sebaik-baiknya baik terhadap siapapun, sehingga tercipta suatu kehidupan yang penuh kedamaian.Sikap dan perilaku tersebut diterapkan dalam hubungan seseorang dengan orang lain.42.Ora Kena Cidra ;MaknaOra Kena Cidraadalah tidak seorangpun boleh ingkar janji.Makna tersebut diwujudkan dalam sikap dan perilakuselalu menepati satunya kata dan perbuatan.Sikap dan perilaku tersebut diterapkan dalam hubungan seseorang dengan orang lain.43.Ora Kena Gawe Seriking Liyan ;MaknaOra Kena Gawe Seriking Liyanadalahtidak seorangpun boleh menyakiti hati oranglain.,Makna tersebut diwujudkan dalam sikap dan perilaku dalam berkomunikasi dengan orang lain wajah ,ucapan, dan tindakan perlu dikelola, sehingga selalu memberikan rasa senang kepada siapa saja yang diajak berkomunikasi.Sikap dan perilaku tersebut diterapkan dalam hubungan seseorang dengan orang lain.44.Ora keno Goroh ;MaknaOra keno Gorohadalah tidak seorang pun boleh berbohong.Makna tersebut diwujudkan dalam sikap dan perilaku selalu berkata yang sebenarnya,sesuai dengan kenyataan apa adanya.Sikap dan perilaku tersebut diterapkan dalam hubungan seseorang dengan dirinya sendiri dan orang lain.45.Ora keno Kesed ;MaknaOra keno Kesedadalah tidak seorangpun boleh malas-malasan.Makna tersebut diwujudkan dalam sikap dan perilaku selalu aktif melakukan kegiatansecara dinamis, kritis, kreatif, inovatif, produktif, konstruktif, dalam memenuhi kebutuhan hidup kodratinya yang ragawi maupun jiwani.Sikap dan perilaku tersebut diterapkan dalam hubungan seseorang dengan dirinya sendiri.46.Ora Keno Memateni sakabehing Urip ;MaknaOra Keno Memateni sakabehing Uripadalah tidak boleh membunuh sesama hidup.Makna tersebut diwujudkan dalam sikap dan perilaku. Selalu menghormati, menghargai, bersahabat, bersaudara, dan mencintai sesama hidup.Sikap dan perilaku tersebut diterapkan dalam hubungan seseorang dengan sesama hidup.47.Ora Keno Anduweni Ambeg Gumunggung, Takabur, Lan Jubriya ;MaknaOra Keno Anduweni Ambeg Gumunggung, Takabur, Lan Jubriyaadalahseseorang tidak boleh memiliki sifat senang dipuji( gumunggung ), angkuh( takabur ), dan congkak( Jubriya ).Makna tersebut diwujudkan dalam sikap dan perilaku bersahaja, sopan, santun, menghargai, tidak sombong, tidak pamer.Sikap dan perilaku tersebut diterapkan dalam hubungan seseorang dengan dan orang lain.48.Ora Kena Nglarani ;MaknaOra Kena Nglaraniadalah tidak seorangpun boleh menyakiti hati orang lain.Makna tersebut diwujudkan dalam sikap dan perilaku dalam berkomunikasi dengan orang lain, wajah, ucapan, dan tindakan perlu dikelola, sehingga selalumemberi rasasenang kepada siapa yang diajak komunikasi.Sikap dan perilaku tersebut diterapkan dalam hubungan seseorang dengan dan orang lain.49.Ora Kena Ngumbar Hawa Nafsu ;MaknaOra Kena Ngumbar Hawa Nafsuadalahseseorang tidak boleh melepas bebas tanpa kendali gerak hawa nafsu.Makna tersebut diwujudkan dalam sikap dan perilaku selalu mengendalikan gerak hawa nafsu secara etis, sesuai dengan nilai-nilai lihur Ketuhanan Yang Maha Esa.Sikap dan perilaku tersebut diterapkan dalam hubungan seseorang dengan dan orang lain dan dengan Tuhan Yang Maha Esa.50.Ora Kena Pek-Pinepek marang Barang Lan Darbeking Liyan ;MaknaOra Kena Pek-Pinepek marang BarangLan Darbeking Liyanadalah seseorang tidak boleh memiliki hak terhadap sesuatu yang menjadi milik orang lain.Makna tersebut diwujudkan dlam sikap dan perilaku secara tulus menghormati dan menghargai hak orang lain.Sikap dan perilaku tersebut diterapkan dalam hubungan seseorang dengan dan orang lain.51.Ora Kena Reged ;MaknaOra Kena Regedadalah tidak seorangpun boleh memiliki pribadi yang kotor.Makna tersebut diwujudkan dalam sikap dan perilaku selalu dalam keadaan suci dalam pikiran, perkataan dan perbuatan.Sikap dan perilaku tersebut diterapkan dalam hubungan seseorang dengan dirinya sendiridan orang lain.52.Ora Rumangsa Bisa Nanging Bisa Rumangsa ;MaknaOra Rumangsa Bisa, Nanging Bisa Rumangsaadalah kesadaran bahwa manusiatidak memiliki kelebihan apapun karena semua adalah kodrat dariALLAH. SWT( Tuhan Yang Maha Esa ).Makna tersebut dapat diwujudkan dalam sikap dan perilaku menciptakan keseimbangan dan keselarasan serta menghargai hak-hak yang dimiliki setiap manusia.Sikap dan Perilaku Tersebut diterapkan dalam hubungan seseorang denganALLAH.SWT( Tuhan Yang Maha Esa ) dan sesamanya.53.Ora Sepata lan Nyepatani ;MaknaOra Sepata lan Nyepataniadalah dalam menjalani hidupnya, seseorang tidak perlu bersumpah dan menyumpahi orang lain.Makna tersebut diwujudkan dalam sikap dan perilaku mampu selalu melihat secara obyektif kekurangan dan kelebihan dirinya, demikian juga dengan kelebihan dan kekurangan orang lain, kemudian membangun kerja sama yang sinergik harmonis demi mewujudkan rasa sejahtera bersama.Sikap dan perilaku tersebut diterapkan dalam hubungan seseorang dengan dan orang lain.54.Panasten ;MaknaPanastenadalah dalam menjalani hidupnya, seseorang perlu mengelola secaraarif gejolak emasi yang cenderung suka memfitnah karena iri hati agar menjadi perasaan yang saling menghormati, saling menghargai, saling tolong menolong, saling asih,asah, asuh.Makna tersebut diwujudkan dalam sikap dan perilaku aktif membiasakan secara terusmenerus berbuat kebaikan pada orang lain.Sikap dan perilaku tersebut diterapkan dalam hubungan seseorang dengan dan orang lain.55.Pepali / Wewaler ;MaknaPepali / Wewaleradalah ketentuan-ketentuan yang mengatur hal-hal yang bersifat larangan.Makna tersebut diwujudkan dalam sikap dan perilaku bagi seseorang yang telah menyepakati pepali / wewaler, perlu melaksanakan secara konsisten dan konsekuen.Sikap dan perilaku tersebut diterapkan dalam hubungan seseorang dengan dirinyasendiri.56.Rasa Pengendalian Diri ;MaknaRasa Pengendalian Diriadalahkesadaran dan keyakinan bahwa keutamaan sebagai manusia adalah mampu menepatkan dirinya baik sebagai makhluk individu maupun makhluk social.Makna tersebut diwujudkan dalam sikap dan perilaku yang tidak mudah marah, rendah hati, berserah diri kepada Tuhan, mempunyai pribadi yang tangguh, kuat, dan tegas.Sikap dan perilaku tersebut diterapkan dalam hubungan seseorang dengan dirinyasendiri dan orang lain.57.Rila Lan Legawa Lair trusing batin ;MaknaRila Lan Legawa Lair trusing batinadalah setiap melakukan sesuatu, perlu sepenuhnya didasarkanpada rasa iklas dan murah hati.Makna tersebut diwujudkan dalam sikap dan perilaku selalu gembira dan lapang dada dalam melakukan setiap kegiatan.Sikap dan perilaku tersebut diterapkan dalam hubungan seseorang dengan dan orang lain.58.Sabar ;MaknaSabaradalah keadaan untuk bersikaptenang dan tabah dalam menghadapi berbagai cobaan, dan setiap kegiatan selalu didasari pikiran dan perasaan tenang dan dingin.Makna tersebut diwujudkan dalm sikap dan perilaku yang tidak lekas marah, tidak lekasputus asa, tidak lekas patah hati, tenang tidak trburu nafsu.Sikap dan perilaku tersebut diterapkan dalam hubungan seseorang dengan dan orang lain.59.Sabar, Narima, Lan Aweh Pitulungan Marang Liyan ;MaknaSabar, Narima, Lan Aweh Pitulungan Marang Liyanadalah dalam menjalani hidup, seseorang perlu memiliki kondisi hidup yang tenang dalam segala keadaan dan tabah dalam segala penderitaan, menerima segala apa yang menimpa dirinya penuh lapang dada, dan bersedia memberikan pertolongan kepada orang lain.Makna tersebut diwujudkan dalam sikap dan perilaku tidak tergesa – gesa dalam melaksanakan sesuatu perbuatan, tidak cepatmarah, dan tidak cepat putus asa dalam menghadapi sebuah permasalahan, tenang, gembira, dan damai dalam kondisi dan situasi apapun, serta selalu memberikan simpati, empati, dan bakti demi kebahagiaan orang lain.Sikap dan perilaku tersebut diterapkan dalam hubungan seseorang dengan dirinyasendiri dan orang lain.60.Sabda Pandhita Ratu Tan Kena Wola Wali ;MaknaSabda Pandhita Ratu Tan Kena Wola Waliadalah kata atau kalimat yang diucapkan seseorang bersifat pasti, tidak boleh berubah-rubah.Makna tersebut diwujudkan dalam sikap dan perilakuselalu konsisten dank on sekuen mewujudkan satuny kata dan perbuatan.Sikap dan perilaku tersebut diterapkan dalam hubungan seseorang dengan dan orang lain.61.Sapa Cidra bakal Cilaka, Manungsa Ngundhuh Wohing Pakarti, dene Resik Gumantung Ing Laku ;MaknaSapa Cidra bakal Cilaka, Manungsa Ngundhuh Wohing Pakarti, dene Resik Gumantung Ing Lakuadalah siapa yang tidak menepati janji akan celaka, manusia memetik hasil dari perbuatan yang dilakukan, sedang segala akibat yang menimpa tergatung dari cara manusia menjalani perbuatannya.Makna tersebut diwujudkan dalam sikap dan perilaku selalu menepati satunya kata dan perbuatan, dan segala perbuatan dilakukan secara etis dan estetis.Sikap dan perilaku tersebut diterapkan dalam hubungan seseorang dengan danorang lain.62.Sapa Kang Gawe Mesti Nganggo, Sopo Kang Nandur Mesti Ngunduh, Sapa Kang Nyilih Mesti Ngulihke ;MaknaSapa Kang Gawe Mesti Nganggo, Sopo Kang Nandur Mesti Ngunduh, Sapa Kang Nyilih Mesti Ngulihkeapapun wujud kehidupan manusia yang dijalani, baik atau buruk, semua itu adalah hasil dari perbuatannya sendiri.Makna tersebut diwujudkan dalam sikap dan perilaku selalu hidup dalam cinta kasihALLAH. SWT( Tuhan Yang Maha Esa ) agar mampu menjalani hidup penuh cinta kasih kepada sesame hidup, dalam rangka mewujudkan kehidupan yang baik.Sikap dan Perilaku Tersebut diterapkan dalam hubungan seseorang denganALLAH.SWT( Tuhan Yang Maha Esa ) dan sesamahidup63.Sengkut Karti, Gemi Nastiti Ngati-ati ;MaknaSengkut Karti, Gemi Nastiti Ngati-atiadalah dalam menjalani hidup, seseorang perlu giat bekerjauntuk mewujudkan rasa sejahtera, dan hidup secara efisien dan efektif penuh kecermatan dan kehati-hatian.Makna tersebut diwujudkan dalam sikap dan perilaku selalu aktif dalam berbuat kebaikan, memenuhi kebutuhan hidup kodrati, ragawi-jiwani secara“ pas “tidak lebih tidak kurang.Sikap dan perilaku tersebut diterapkan dalam hubungan seseorang dengan dirinya sendiri dan orang lain.64.Sepi Ing Pamrih . Rame Ing Gawe ;MaknaSepi Ing Pamrih . Rame Ing Gaweadalah kesadaran dan keyakinan bahwa beruat iklas dan menyenangkan serta memberikan kebahagiaan kepada orang lain merupakan bentuk keluhuran budi seseorang.Makna tersebut diwujudkan dalam sikap dan perilaku memperhatikan orang lain sehingga dapat mengurangi kesedihan dan penderitaan orang lain dimana perbuatan tersebut dilakukan tanpa mengharapkan pamrih apapun.Sikap dan perilaku tersebut diterapkan dalam hubungan seseorang dengan orang lain.65.Sing Sapa gelem Gawe seneng Marang Liyan Iku Bakal Oleh Welas Kang Luwih Gedhe Tinimbang Apa Kang Wis Ditindakake ;MaknaSing Sapa gelem Gawe seneng Marang Liyan Iku Bakal Oleh Welas Kang Luwih Gedhe Tinimbang Apa Kang Wis Ditindakakeadalah bahwa barang siapa yangbersedia membuat senang orang lain, maka akan mendapat balasan yang lebih besar dariapa yang telah dilakukannya.Makna tersebut diwujudkan dalam sikap dan perilaku dimanapun, kapanpun, dan dalam keadaan yang bagaimanapun, selalu berusaha menyenangkan orang lain dengan tulus dan iklas.Sikap dan perilaku tersebut diterapkan dalam hubungan seseorang dengan orang lain.66.Sing Sapa Seneng Ngrusak Ketentremaning Liyan, Bakal Dibendu Dening Pangeran Kang Maha Adil ;MaknaSing Sapa Seneng Ngrusak Ketentremaning Liyan, Bakal Dibendu Dening Pangeran Kang Maha Adiladalah barang siapa yang senang merusak ketentraman orang lain, maka ia akan mendapat hukuman dari Tuhan Yang MahaEsa.Makna tersebut diwujudkan dalam sikap dan perlaku, selalu menghormati, menghargai, bersahabat, bersaudara, mencintai, mengasihi, dan menyayangi siapapun.Sikap dan perilaku tersebut diterapkan dalam hubungan seseorang dengan orang lain.67.Sopan Santun ;MaknaSopan Santunadalah dalam bergaul dengan siapapun, seseorang perlu selalu mengaktualkan penampilan diri baik dalam berpakaian, berkata, maupun dalam bertingkah laku, selalu halus dan baik, disertai penuh dengan rasa hormat yang tertib sesuai dengan adat yang berlaku.Makna tersebut diwujudkan dalam sikap dan perlaku dalam setiap pergaulan dengan siapapun, selalu berpakaian yang bersih dantertib sesuai dengan situasi dan kondisi yang berlaku, berkata dan bertingkah laku yang halus penuh susila dan rasa hormat.Sikap dan perilaku tersebut diterapkan dalam hubungan seseorang dengan orang lain.68.Tabah ;MaknaTabahadalah kesadaran dan keyakinan bahwa seseorang harus tahan menghadapi segala macam cobaan.Makana tersebut diwujudkan dalm sikap dan perilaku yang tenang, tidak tergesa-gesa, tidak terburu nafsu, dan segala usahanya dijalankan dengan senang hati.Sikap dan perilaku tersebut diterapkan dalam hubungan seseorang dengan orang lain.69.Tepa Slira ;MaknaTepa Sliraadalah kesadaran dan keyakinan untuk mampu mengendalikan diridan memperhatikan kepentingan orang lain.Makna tersebut diwujudkan dalam sikap dan perilaku yang tidak semena-mena terhadap orang lain, menjaga perasaan orang lain, tidak memaksakan kehendak , dan mau menerima pendapat orang lain dengan tetap hormat.Sikap dan perilaku tersebut diterapkan dalam hubungan seseorang dengan sesama.70.Tepa Palupi ;MaknaTepa Palupiadalah menjadikan diri sendiri sebagai contoh dalam dinamikahidup bersama mewujudkan rasa sejahtera bersama.Makna tersebut diwujudkan dalam sikap dan perilaku melaksanakan secara konsisten dan konsekuen prinsip “ Ing Ngarso Sung Tuladha. Ing Madya Mangun Karsa, Tut Wuri Handayani “ dalam kegiatan dinamikahidup bersama.Sikap dan perilaku tersebut diterapkan dalam hubungan seseorang dengan sesama.71.Tolong Menolong ;MaknaTolong Menolongadalah secara kodrati, untuk menegakkan hidupnya seseorang perlu pertolongan orang lain.Makna tersebut diwujudkan dalam sikap dan perilaku iklas memberikan bantuan sesuai dengan kemampuan kodratinya kepada orang lain yang membutuhkan, dan iklas menerima bantuan orang lain demi memenuhi kebutuhan hidup yang diperlukan.Sikap dan perilaku tersebut diterapkan dalam hubungan seseorang dengan orang lain.72.Urip Kang Utama, Matine Kang Sampurna ;MaknaUrip Kang Utama, Matine Kang Sampurnaadalah seseorang dalam menjalani hidupnya perlu selalu berkata danberbuat baik sesuai dengan gerak hati nurani, sehingga pada saat meninggal duniadalam keadaan bersih tanpa cela.Makna tersebut diwujudkan dalam sikap dan perilaku segala pikiran, perkataan, dan perbuatan yang dilakukan, selaludiusahakanbersumber pada dan disumberi oleh cinta kasih Tuhan Yang Maha Esa.Sikap dan perilaku tersebut diterapkan dalam hubungan seseorang dengan dirinya sendiri, orang lain dan Tuhan Yang Maha Esa.73.Wani Ngalah Luhur Wekasane ;MaknaWani Ngalah Luhur Wekasaneadalah aktualnya kesadaran berani menghindari benturan kekerasan dengan orang lain, demi mewujudkan kedamaian hidup bersama, akhirnya dikemudian hari menikmati hidup yang luhur, dan hidup yang mulia.Makna tersebut diwujudkan dalma sikap dan perilaku setiap tindakan apapun yang dilakukan selalu dilambari rasa iklas, sabar,jujur, dan cinta kasih sayang.Sikap dan perilaku tersebut diterapkan dalam hubungan seseorang dengan orang lain.74.Waspada Marang Obah Osiking Ati, Solah Bawaning Pikiran, Lan Olah Pakarti ;MaknaWaspada Marang Obah Osiking Ati, Solah Bawaning Pikiran, Lan Olah Pakartiadalahmengawasi secara cermat penuh kehati-hatian terhadap aktualnya gerak hati,pikiran, dan perbuatan, apakah sesuai dengan nilai-nilai hidup luhur atau tidak.Makna tersebut diwujudkan dalam sikap dan perilaku melaksanakan secara konsisten dan konsekuen gerak hati, pikiran, dan perbuatan yang berada dalam kerangka budaya mewujudkan rasa sejahtera bersama, dan tidak melaksanakan gerak hati, pikiran, dan perbuatan yang berada dalam kerangka budaya egoisme.Sikap dan perilaku tersebut diterapkan dalam hubungan seseorang dengan orang lain.75.Welas Asih ;MaknaWelas Asihadalah getaran perasaan yang menjadikan seseorang merasa satu dengan orang lain, iklas memberikan bantuan yang membutuhkan.Makna tersebut diwujudkan dalam sikap dan perilaku selalu memperhatikan, mengerti, menghormati, menhargai, bersahabat, bersaudara, mencintai, mengasihi, menyayangi, dan membantu orang lain.Sikap dan perilaku tersebut diterapkan dalam hubungan seseorang dengan orang lain.76.Werit-Weriting Ngelmu Nuju Ing Bebener ;MaknaWerit-Weriting Ngelmu Nuju Ing Bebeneradalah yang paling sulit dari ilmu itu adalah yang menuju pada yang benar.Makna tersebut diwujudkan dalam sikap dan perilaku selalu berkata dan bertindak yang benar, dan selalu berusaha menegakkan yang benar.Sikap dan perilaku tersebut diterapkan dalam hubungan seseorang dengandiri sendiri dan orang lain.77.Wong Tuwa Kudu Memulang Kang Prayoga Marang Putra Wayahe ;MaknaWong Tuwa Kudu Memulang Kang Prayoga Marang Putra Wayaheadalah orang tua harus mendidik yang baik terhadap anak cucunya.Makna tersebut diwujudkan dalam sikap dan perilaku yang selalu member petuah-petuah dan teladan kepada anak keturunannya.Sikap dan perilaku tersebut diterapkan dalam hubungan orang tua dengan anak.78.Yitna Yuwana, Lena Kena, Dalane Waskitha Saka Niteni ;MaknaYitna Yuwana, Lena Kena, Dalane Waskitha Saka Niteniadalah yang hati-hatiakan selamat, yang lengah akan menemui bahaya, jalan menjadi orang tahu apa yang akan terjadi melalui kebiasaan mencermati secara seksamam dan teliti kejadian yang telah lalu.Makna Tersebut diwujudkan dalam sikap dan perilaku mencermati secara seksama dan teliti kejadian yang telah lalu, selalu bertindak dengan sungguh-sungguh penuh kehati-hatian disertai konsentrasi yang optimal.Sikap dan perilaku tersebut diterapkan dalam hubungan seseorang dengan dirinya sendiri.

Urip iku nguripi

"Urip Iku Urup".(Hidup itu Nyala, Hidup itu hendaknya memberi manfaat bagi orang lain disekitar kita, semakin besar manfaat yang bisa kita berikan tentu akan lebihbaik,hidupp berarti jika setiap diri bisa memberi arti yg bermanfaat kepada sesama)

Selasa, 18 Agustus 2015

Empat usaha

Empat usaha
”(Hakikat hidupmu di dunia, berpeganglah pada empat usaha, agar tidak bingung mencapai tujuan,nasehatku yang pertama, contohlah apa yang baik, kedua tirulah kehendak yang baik, ketiga indahkanlah apa yang nyata, keempat pilihlah apa yang membawakeberhasilan, itulah bekal hidupmu)

Kumpylan nasehat saripati kitab lama

Kumpulan Nasehat dan Saripati Kitab-Kitab Lama JawaBerikut ini adalah beberapa kumpulan nasehat dan saripati dari kitab-kitab lama Jawa. Semoga memberikan manfaat dan renungkanlah makna-makna yang terkandung di dalamnya.~Serat Kalatidha~R. Ng. Ranggawarsita“Mundhak apa aneng ngayun, Amdhedher kaluputan, siniran ing banyu lali, lamun tuwuh dadi kekembangan beka.”(Apa guna menjadi pembesar, jika hanya menanam benih kesalahan yang disiram air kealpaan (lupa). Akhirnya tumbuh pohon bencana)“Amenangi jaman edan, ewuh aya ing pambudi. Melu edan nora tahan, yen tan melu anglakoni boya keduman melik, kaliren wekasanipun.Dilalah kersane Allah, sabegja-begjane wong kang lali, luwih begja wong kang eling lawan waspada.”(Mengalami zaman edan, pikiran serba ragu. Jika turut tak akan tahan, sedang tak ikut tak kebagian, berujung kelaparan. Tetapi atas kehendak Allah, seberuntung apapunorang yang lupa, masih lebih beruntung orang yang sadar dan waspada)~Serat Wedharaga~R. Ng. Ranggawarsita“Lamun sarwa putus, kapinteran simpenen ing pungkur, bodhonira ingngarsa yekti, gampang traping tindak tanduk, amawas pambekaning wong.”(Jika telah paham, simpanlah kepandaian di belakang, perlihatkan kebodohan di depanmu, memudahkan cara bersikap, memahami sikap orang lain)“Akeh lumuh katokna balilu, marmatansah mintonaken kawruh pribadi, amrih denalema punjul.”(Banyak-banyaklah menahan diri dan memperlihatkan kebodohan, jangan menonjolkan kemampuan sendiri, dan jangan pelihara sikap ingin dipuji)“Umpama jun kurang banyu, kocak-kocak kendhit ing wong, menawi kebakkang jun, yekti anteng denindhit ing lambung, iku bae kena kinarya palupi, pedah apa umbag umum, mundhak kaeseman ing wong.”(Bila bejana kurang airnya, terguncang dan berbunyi, jika penuh air dalam bejana, pasti tenang saat digendong, itu saja bisa dianggap contoh, untuk apa sombongkan diri, hasilnya ditertawakan orang)“Lamun seje murad maksudipun, rasakena ing ati, dipun nastiti, aja pijer umbak umuk, mundhak kawiyak, yen bodho”(Jika menjumpai perbedaan maksud,rasakan dalam hati, perhatikan benar, jangan congkak dan berkoar, bisa-bisa terbuka kebodohanmu)“Akanthia awas emut, mituhun wewarah kang mikolehi, aja tinggal weweka ing kalbu, den taberi anggeguru, aja isin atatakon.”(Peganglah sikap waspada, ikuti petunjuk dan nasehat, terus berguru dan jangan malu bertanya-tanya)“Mangkono kang tinemu, awit anom amendenga laku, ngungkuri mangan lan turu sawatawis, amekak hawa napsu, dhasarana andhap ansor.”(Demikianlah yang baik, sejak muda menekuni laku, mengurangi makan dan tidur, mengekang hawa nafsu, menjaga sikap rendah hati)“Lamun wong ngaku cukup, mratandhani kukurangan iku, wong ngungasaken kaekndelan tandha jirih, wong ngaku kiyat pengkuh, tanda apes amalendo.”(Bila orang mengaku kaya, menandakan ia miskin, orang yang menunjukkan keberaniannya tandanyaia penakut, orang mengaku kuat sentosa, tandanya ia lemah dan tak dapat diandalkan)“Wong ngaurip wus tamtu, akeh pada arebut piyangkuh, lumuh lamun kasor kaseser sathithik, nanging singa peksa unggul, ing wekasan dadi asor.”(Dalam hidup pasti, banyak orang berebut kebanggaan, tidak mau kalahdan bergeser sedikit, tapi siapa yang memaksa unggul, akhirnya menjadi hina)~Serat Sopanalya~R. Ng. Ranggawarsita“Kaping lima tapaning suksma puniku, gelara marta-martani, lega legawa ing kalbu, aja munasikeng janmi, amonga atining wong.”(Yang kelima (dari tujuh) tapa suksma itu, bersikaplah rendah hati,tulus ikhlas dari hati, jangan mengganggu seseorang, jagalah perasaan orang lain)~Serat Nitisruti~Pangeran Karanggayam“Kang sinebut ing gesang ambeg linuhung, kang wus tanpa sama, iya iku wong kang bangkit, amenaki manahe sasama-sama.”(Yang dimaksud dengan hidup yang luhur, yang tanpa tandingan, yaitu orang yang mampu membahagiakan sesamanya)“Saminipun kawuleng Hyang kang tumuwuh, kabeh ywa binada, anancepna welas asih, mring wong tuwa kang ajompo tanpa daya. Malihipun rare lola kawlas ayun, myang pekir kasiyan, para papa anak yatim, openana pancinen sakwasanira.”(Kepada sesama makhluk Tuhan, jangan dibeda-bedakan, tanamkanlahrasa kasih sayang kepada orang-orang jompo yang tak berdaya. Juga kepada anak-anak yang butuh belas kasih, fakir miskin, anak yatim, peliharalah semampumu)“Yen amuwus ywa umres rame kemruwuk, brabah kabrabeyan, lir menco ngoceg ngecuwis, menek lali kalimput kehing wicara.”(Jika bicara janganlah cerewet, orangtidak akan suka, seperti burung berkicau, melenceng maksud sebenarnya dikarenakan terlalu banyak bicara)“Nadyan ratu ya tan ana paenipun, nanging sri narendra, iku pangiloning bumi, enggonira ngimpuni sihing manungsa. Mapan sampun panjenengan sang aprabu, sinebut narendra, ratuning kang tata krami.”(Meski seorang raja juga tidak boleh berbeda, dialah cermin di dunia, dalam hal menghimpun rasa kasih, sebab setelah diangkat menjadi pemimpin, ia disebut narendra, raja dalam tata krama)“Dene lamun tan miraos yen amuwus, luwung umandela, anging ingkang semu wingit, myang den dumeh ing pasmon semu dyatmika.”(Jika merasa bicaranya tidak berisi, lebih baik diamlah, terutama untuk hal-hal yang penting dan mendalam, bersikaplah tenang)“Kang kalebu musthikang rat puniku, sujanma kang bisa, ngarah-arah wahyaning ngling, yektinira aneng ngulat kawistara.”(Yang termasuk pribadi unggul adalah, yang mampu bertutur kata benar dan terarah, sesungguhnya demikian itu tampak dari mimik wajahnya)“Ulat iku nampani rasaning kalbu, wahyaning wacana, pareng lan netya kaeksi, kang waspada wruh pamoringpasang cipta.”(Mimik wajah itu menunjukkan ekspresi hati, keluarnya tutur kata bersamaan dengan sorot mata, yang waspada akan mampu menilik dalamnya pikiran)~Serat Darmawasita~KGPAA Mangkunegara IV“Manise netra ruruh, angedohken mring salah tampi, wong kang trap sileng tata, tan agawe rengu, wicara lus kang mardawa, iku datan kasendhu marang sasami, wong kangrumaket ika.”(Muka manis dan mata lembut, menjauhkan kesalahpahaman, orang yang menerapkan tata susila, tidak akan diragukan orang, orang yang bicaranya halus, tidak akan diumpatorang, semua itu menunjukkan keakraban sesama)“Wong andhap asor iku, yekti oleh penganggep becik, wong meneng iku nyata, neng njaban pakewuh.”(Orang yang rendah hati, pasti akan dianggap baik. Sedang orang yang diam itu selamat dari bencana lidah)“Wong prasaja solahira, iku ora gaweewa kang ningali, wong nganggo tepanira.”(Orang yang sederhana itu tidak akan mengganggu orang lain, bahkandijadikan teladan orang lain)“Pepuntone nggonira dumadi, ngugemana mring catur upaya, mrih tan bingung pangesthine, kang dhingin wekasingsun, anirua marangkang becik, kapindho anuruta mring kang bener iku, katri nggugua kang nyata, kaping pate miliha ingkang pakolih, dadi kanthi ning ndonya.”(Hakikat hidupmu di dunia, berpeganglah pada empat usaha, agar tidak bingung mencapai tujuan,nasehatku yang pertama, contohlah apa yang baik, kedua tirulah kehendak yang baik, ketiga indahkanlah apa yang nyata, keempat pilihlah apa yang membawakeberhasilan, itulah bekal hidupmu)~Serat Pepali~Ki Ageng Sela“Sapa-sapa wong kang gawe becik, nora wurung mbenjang manggih arja, tekeng saturun-turune.”(Siapa yang berbuat kebajikan, akhirnya akan menemui kesejahteraan, hingga ke anak cucu)~Serat Wulangreh~ISKS Pakubuwana IV“Nadayan asor wijilipun, yen kakakuane becik, utawa sugih carita kang dadi misil, iku pantes raketana,darapon mundhak kang budi.”(Sekalipun keturunan orang biasa, namun jika perilakunya baik, atau banyak pengalaman yang bermanfaat, pantas untuk didekati untuk menambah kebijakanmu)“Mulane wong anom iku, becik ingkang ataberi, jejagongan lan wong tuwa.”(Oleh karenanya orang muda itu, seyogyanya rajin berdialog dengan orang tua)“Nadyan metu saking wong sudra papeki, lamun becik nggone muruk, iku pantes sira anggo.”(Walau dari seorang yang miskin dan rendah, jika baik ajarannya, itu pantas kamu ikuti)“Aja ngandelakem sira iku, suteng nata iya sapa kumawani, iku ambeke wong digang, ing wasana dadi asor.”(Janganlah sombong jika kamu keturunan raja bangsawan dan menganggap tak ada yang berani, itulah sifat adigang, bisa-bisa berakhir hina)“Anganggoa rereh ririh ngati-ati, den kawang-wang barang laku, kang waskitha solahing wong.”(Seyogyanya berlakulah sabar, cermat dan hati-hati, perhatikanlah segala perilaku dan cermatlah terhadap perilaku orang)“Mapan watake manungsa, pan ketemu ing laku lawan linggih, solahmuna-muninipun, pan dadi penerengan.”(Adapun ciri perilaku manusia, akantampak dari cara berjalan dan cara duduknya, tindak-tanduk dan tutur katanya, itu semua tanda-tandanya)“Nadyan silih bapa biyung kaki nini, sadulur myang sanak, kalamun muruk tan becik, nora pantes yen den nuta.”(Meskipun ia ayah ibu kakek nenek, saudara ataupun famili, jika memberi ajaran yang salah, tetap tidak pantas kau ikuti)“Wong tan manut pitutur wong tuwa ugi, pan nemu duraka, ing dunya praptaning akir, tan wurung kesurang-surang.”(Orang yang tidak menjunjung nasihat orang tua, akan menemui kutuk sengsara, di dunia sampai akherat, berakhir penderitaan)“Apan ana sesiku telung prakara, nanging gedhe pribadi, pan iki lirira,ingkang telung prakara, aja anggunggung sireki, kalawan aja nacad kapati-pati, lawan aja memaoni barang karya.”(Ada tiga jenis pantangan yang paling utama, ketiga hal tersebut adalah jangan menyombongkan diri, jangan mencela, dan jangan mengkritik pekerjaan orang lain)“Yen dadi nom ing enomipun, kang ginawe tuwa dikaya banyu neng beji, den awening paningale aji samar.”(Jika ditakdirkan menjadi muda, sadarilah kedudukan mudanya, sedang yang tuwa, jadilah seperti air, jernihkanlah penglihatanmu)“Tungkul uripe, lan aja duwe kareman, marang pepas dunya, siyang dalu emut, yen urip manggihantaka.”(Hiduplah dengan tekun dan hati-hati, jangan mengumbar kesenangan dunia, siang malam ingatlah, bahwa hidup berujung kematian)“Dedalane guna lawan sekti, kudu andhap asor, wani ngalah luhur wekasane, tumungkula yen dipun dukani, bapang den simpangi, ana catur mungkur.”(Syarat meraih kepandaian dan kesaktian, harus bisa rendah hati, berani mengalah unggul pada akhirnya, menunduklah jika dimarahi, penghalang dihindari, ada perkara ditangguhkan)“Dadya lakunireku, cegah dhahar lawan guling, lan aja asukan-sukan, anggonira sawatawis, ala watake wing suka, suda prayitnaninng batin.”(Jadikan ini laku, kurangi makan dan tidur, jangan terlena suka ria, batasilah sekadarnya, tabiat orang bersuka ria itu mengurangi ketajaman batinnya)“Panggawe becik puniku, gampang yen wus den lakoni, angel yen durungkalakyan.”(Perbuatan baik itu, gampang jika sudah dijalani, sulit jika belum dilaksanakn)“Ingkang becik kojahipun, sira anggoa kang pasthi, ingkang ala singgahan, aja sira anglakoni.”(Segala yang baik, lakukanlah dengan pasti, yang buruk simpanlah,jangan engkau ikuti)“Aja nganti kabanjur, barang polah ingkang nora jujur, yen kabanjur sayekti kojur tan becik.”(Jangan berlarut, segala tingkah ketidakjujuran, jika sampai berlarut, pasti hancur dan tidak baik)“Pan adigang kidang adigung pan esthi, adiguna ula iku, telu pisan mati sampyoh, si kidang ambegipun,angandelaken kebat lumpatipun, pan si gajah ngandelaken geng ainggil, ula ngandelaken iku, mandine kalamun nyakot.”(Adigang kiasan kijang, Adigung kiasan gajah, Adiguna itu ular, ketiganya binasa bersama. Kijang menyombongkan kecepatan lari, gajah mengandalkan tinggi besarnya,ular mengandalkan gigitannya)“Titikane wong anom kurang wewadi,bungah akeh wong kang nggunggung, wekasane kejelomprong.”(Ciri-ciri anak muda itu tidak bisa menyimpan rahasia, senang dipuji, padahal itu menjerumuskan)“Yen wong anom puniku, kakehan panggunggung dadi kumprung, pengung bingung wekasane pan angoling, yen ginunggung muncu-muncu, kaya wudun meh mechotot.”(Orang muda itu, jika terlalu banyakdipuji menjadi tolol, bodoh, bingung,dan akhirnya terombang-ambing, jika sedang dipuji, monyong seperti bisul hampir pecah)“Aja kakehan sanggup, durung weruh tutue agupruk, tutur nempil panganggepe wruh pribadi.”(Jangan merasa tahu banyak, belum melihat sendiri sudah banyak bercerita, hanya mendengar saja merasa seperti melihat sendiri)“Yen sira amaca, layang sabarng layanging, aja pijer katungkul ningali sastra, caritane ala becik dipunweruhi, nuli rasakna.”(Jika engkau membaca, segala macam kitab, jangan hanya terpukaupada sastra, paparan baik buruknya harus dipahami, kemudian renungkanlah)~ Serat Sastra Gendhing~Ajaran Sultan Agung“Sayektine jagad ta dumadi, sabab kadim kadhihinan anyar, kasungsang nyimpang dadine.”(Tentu dunia tidak akan tercipta, apabila yang fana mendahului yang abadi, logikanya terjungkir balik)“Eling-eling kang samya mangudi nalar, away kongsi nemahi, kadrojoging tekad, lah pada den prayitna, sayekti ambebayani, luwih agawat, watgating trang ing urip.”(Perlu diingat oleh orang yang melatih pikiran, jangan sampai terjadi hasrat tanpa kendali, haruslah itu diperhatikan, karena sangat berbahaya, menghancurkan kehidupan)“Lawan aja padha padudon ing karsa, iki siriking ngelmi, yen during kaduga, luwung mendel kewala, anging kasilna kang titi, marang ngulama, myang para sujaning budi.”(Dan jangan suka bertengkar pendapat, itu larangan dalam mencari ilmu, bila belum mumpuni,lebih baik menahan diri, dan belajarlah dengan tekun, kepada paraulama, para ahli kesempurnaan jiwa)“Iku wong tuna ing budi, tan nana gelem kasoran, yekti kakandhangan kibir, rebut luhuring kagunan, dadi luput sakarone.”(Itulah orang yang berakal dangkal, selalu tak ingin direndahkan, selalu berlagak sombong, pamer kemuliaan dan kepandaian, hingga kehilangan dua-duanya)~Serat Centhini~“Ana tangis layu-layu, tangise wong wedi mati, tangise alara-lara, marasatine yen mati, gedhongana kuncenana, yen pesthi tan wurung mati.”(Ada tangis dalam kematian, tangisnya orang yang takut mati, tangisnya sangat pedih, tak rela hati jika mati, sembunyikanlah atau kuncilah, jika sudah takdir akhirnya tetap mati)~Suluk Syeh Malaya~Sunan Kalijaga“Aywa lunga yen tan weruha ingkangpinara ing purug, lawan sira aywa nadhah yen tan wyuha rasanipun.”(Jangan pernah melangkah tanpa tahu tujuannya, jangan pernah menyembah jika tak tahu tujuan hakikatnya)~Suluk Sujinah~“Yayi perang sabil punika, nora lawan si kopar lawan si kapir, sajroning dhadha punika, ana prang bratayudha, langkung rame aganti pupuh-pinupuh, iya lawan dhewekira, iku latining prang sabil.”(Dinda, perang sabil itu bukan melawan kafir saja, di dalam dada itu ada perang baratayuda, ramai sekali saling pukul-memukul yaitu perang melawan dirinya nafsu, itulah sesungguhnya perang sabil)~Wirid Wolung Pangkat~“Sajatine Ingsun anata palenggahan parameyaning-Sun dumunung ana ing sirahing manungsa, kang ana sajroning sirah iku utek, kang gegandhengan ana ing antarane utek iku manik, sajroning manik iku cipta,sajroning cipta iku budi, sajroning budi iku napsu, sajroning napsu iku suksma, sajroning suksma iku rahsa, sajroning rahsa iku Ingsun.”(Sesungguhnya Aku telah mengaturtempat keramaian-Ku berada di dalam kepalanya manusia, yang ada di dalam kepala itu otak, yang berkaitan antara otak itu manik, di dalam manik itu akal, di dalam akalitu budi, di dalam budi itu nafsu, didalam nafsu itu suksma, di dalam suksma itu rahsa, di dalam rahsa itu Aku. Tidak ada Pangeran kecuali Aku. Sejatinya Hidup yang meliputi seluruh swasana)~Suluk Walisanga~“Ya janma kang hakiki, wujud kak kiyanmil kodrat, jumeneng anane dhewe, Suksma manuks-meng kawula, kawula nuks-meng Suksma, napas sirna marang suwung, badan lebur wor bantala.”(Manusia yang hakiki, berwujud hak yang memiliki kekuasaan ada dengansendirinya, Suksma masuk ke dalamhamba, hamba masuk ke dalam Suksma, napas hilang masuk ke dalam kekosongan, badan hancur bercampur tanah)~Serat Sabdatama~R. Ng. Ranggawarsito“Ngajapa tyas rahayu, ngayomana sasameng tumuwuh, wahanane ngendhak angkara kalindhih, ngendhangken pakarti dudu, dinuwa tibeng doh.”(Kejarlah tekad selamat, lindungi sesama umat, dengan jalan mengalahkan angkara, membuang perilaku buruk hingga sejauh-jauhnya)~Serat Wedhatama~KGPAA Mangkunegara IV“Ngelmu iku, kalakone kanthi laku, lekase lawan kas, tegese kas nyantosani, setya budya pangekese dur angkara.”(Ilmu itu, hanya tercapai melalui laku (proses usaha dan tawakal), dimulai dengan kas (niat teguh), artinya kas menjadikan sentosa. Iman dan budi yang teguh untuk menanggulangi goda angkara)“Mangka ta kang aran laku, lakune ngelmu sejati, tan dahwen pati openan, tan panasten nora jail, tan nyurungi kaardan, among eneng mamrih ening.”(Adapun yang disebut laku adalah laku bagi ilmu hak (sejati), tidak punya pamrih, tidak ada rasa iri danhasut, tidak menuruti nafsu, hanyalah ketenangan agar tetap jernih)~Serat Cipta Waskitha~“Mula wong urip iku, den padha akarep marang ngelmu, ala becik ngelmu iku den kawruhi, karana atunggal wujud, mung kacek emel lan batos.”(Maka orang hidup itu, janganlah berhenti belajar, baik dan buruk ilmuitu harus diketahui, karena sebenarnya adalah satu, hanya berbeda lafal dan batinnya)“Jembaring samodragung, tanpa tepianglangut kadulu, suprandene maksih gung manungsa iki, alas jurang kali gunung, neng raganira wus katon.”(Luasnya samudra raya, tiada bertepi dan sejauh mata memandang, tetapi masih besar adanya manusia ini, hutan jurang sungai gunung, di dalam diri manusia)

Sangkan paraning dumadi

Sangkan paraning dumadi
Artinya,eling(ingat),sangkan paraning dumadi(asal dan tujuan hidup). Ungkapan ini merupakan peringatan atau nasihat bahwa manusia berasal dari Allah, dan pada saatnya nanti akan kembali kepada-NYA. Maka dari itu, setiap orang harus selalu mengingatnya. Caranya, antara lain, dengan menghindari perbuatan buruk dengan berpegang pada petunjuk lengkap yang diturunkan lewat para nabi. Semua itu dilakukan lantaran setiap orang juga harus mempertanggungjawabkan seluruh perbuatannya kepada Sang Maha Kuasa.Peribahasa ini sering dipakai oleh orang Jawa untuk mengingatkan orang yang hidupnya boleh dikata “rusak”. Tak peduli akan apa yang disebut dengan dosa dan sebagainya. Apabila yang bersangkutan mau memahami, merenungkan dalam-dalam, dan membuka batinnya lebar-lebar, tentunya akan sadar. Bahwa hidup di dunia sesungguhnya memikul tugas dari Tuhan, yaitu berbuat baik. Maka, apabila nilai perbuatannya di dunia buruk, tentu ia akan menerima hukuman berat, sedangkan jika nilainya baik, ia akan menerima ganjaran yang setimpal. Jadi, bagi mereka yang sering melakukan perbuatan tercela segeralah meninggalkannya. Bagi yang telah terbiasa berbuat baik, teruslah menjaga dan meningkatkan kebaikannya sesuai dengan apa yang telah diperintahkan Allah melalui nabi dan rasul-NYA.

Gugon tuhon

GUGON TUHON
Gugu: Menurut, mengikuti pendapat/nasihat; Tuhu: Setia. Dengan demikian pengertian“Gugon tuhon”adalah mengikuti dengan setia dan “tanpa reserve”, pokoknya ikut. Pada umumnya nasihat dalam “gugon tuhon” bersifat “wewaler” atau larangan. Rumusnya adalah: “Jangan melakukan .... nanti akan .....“.

Kamis, 13 Agustus 2015

Tembang jowo

Ana kidung rumeksa ing wengi,Teguh ayu luputo ing lara,Luput ing bilai kabeh,jim setan datan purun,paneluhan tan ana wani,miwah panggawe ala,gunaning wong luput,geni atemahan tirta,maling aeda tan ana ngarah mring mami,tuju nduduk pan sirna.Sakehing lara pan samya bali,Sakeh ngama pan sami miruda,Welas asih pandulune,Sakehing braja luput,Kadi kapuk tiba neng wesi,Sakehing wisa tawa,Sato galak tutut,Kayu aeng lemah sangar,Songing landhak guwane wong lemahmiring,Myang pakiponing merak

Tembang macapat

watak lan pasemoning tembang macapat adalah sebagai berikut :1)Pocung, watake kendho tanpa greget. Cocok kanggo pasemon utawi medhar piwulang becik.a. Pocung Pasemonb. Pocung Piwulang Becik2)Gambuh, watake rumaket, kulina,wanuh, wani. Cocok kanggo pasemon medhar pitutur kang rada sereng, jalaran antarane sing mituturi lan sing dituturi wis rumaket kulina.3)Durma, watake galak, jengkel, murina, nesu, muring, sereng. Cocokkanggo pasemon ngetokake unbeg2ingati kang nembe nbesu, muring, jengkel, sereng, uga kanggo pasemon crita perang.4)Mijil, watake wedharing rasa pangrasaning ati. Cocok kanggo pasemon crita kang ngemu pitutur, lan uga cocok kanggo tembang ngungrum (gandrung).5)Sinom, watake grapyak semanak nanging wekasane asring dadi sereng jalaran ora kalegan karepe. Cocok kanggo pasemon paring pitutur kang sereng utawa kanggo crita tantang-tinantang.6)Pangkur, watake sereng, kekarepankang ora gampang nglokro/kemba. Cocok kanggo pasemon paring pituturkang rada sereng.7)Kinanthi, watake seneng, asih lan tresna. Cocok kanggo pasemon pitutur kanthi rasa tresna utawa kanggo crita katresnan.8)Asmaradana, watake sengsem, seneng, sedhih, prihatin. Cocok kanggo pasemon crita2 kasmaran lan kasedhihan.9)Dhandhanggula, watake luwes lan ngresepake. Cocok kanggo pasemon paring piwulang, waosan wungon lan kidungan.10)Maskumambang, watake sedhih,susah, nelangsa, kelara-lara. Cocok kanggo pasemon crita sedhih nelangsa.11)Megatruh(Dudukwuluh), watakesedhih, susah, nglokro. Cocok kanggocrita lelakon susah lan kanggo ngemot pitutur ngelmu kebatinan tataran dhuwur.

Minggu, 26 Juli 2015

Asale manungso


Asale Menungso
SEJARAH JOWO
SEJARAH = Sejo Nganggo Arah
JOWO= Jawab Kang Wujud
DUMADINE WETAN, KULAON, LOR,
KIDUL
WETAN= Urip kang lungguh wujud
lanang lan urip kang lungguh
wujud wadon, biso tukul roso
seneng lan seneng. Wiwitane
inget-engetan timbul roso
seneng lan seneng mulo
kawastanan”WETAN”. Yen
katulis jawa : HA,NA.CA,RA,KA.
Werdine :ono acara, acarane
urip wujud lanang lan urip
wujud wadon. Aluse : ono
utusan , utusane urip wujud
lannang lan urip wujud wadon.
KULON= Urip kang manjing wujud
lanang lan wadon, nediyo
nindakake utusane urip. Soko
dayane seneng lan
seneng,kaucap: aku jaluk
“KELON” yen ikramakake
“KILEN”. Werdine iki ono
“KALON”:yen katulis jawa:
DA,TA,SA,WA,LA. Werdine:
datan nyulayani yen dikawinke
utowo di kramakaken datan
suwalan. Mulo kawastanan
“KULON”
LOR= Werdine, urip wujud llanang lan
urip wujud wadon, wis nyawiji
karepe,wus kinucap. Aku jalok
kelon lan iki ono kalen. Giyo
tumndak nguculi kolor. Yen
dikramakaken: “LER”. Mulo
yen wis ucul kolor ono barang
di ler. Urip wujud lanang lan
wadon nindakaaken darmane
urip. Mulo kawastanan”LOR”.
Yen katulis jawa
:PA,DO,JA,YA,NYA. Kang
werdine : pada dikdayane.
KIDUL= Wis wujud ucul kolor ono
barang di ler. Urip wujud
lanang lan wadonn nindakaken
utusane urip dumadi. Iki dudul.
Yen katulis
jawa:MA,GA,BA,TA,NGA. Kang
werdine : pada dadi batange.
Saka koedane roso “ BABAR
TIRTO PRAWITO SUCI” pada
kasektene dadi podo
batange.mulo kaucap “KIDUL”.
MULO DUMADINE SANGKAN PARAN
Dumadine ono: utowo ,sangkan paran
dumadine : “ANAK” ,jumbuh
dumadine mantenan
diwujudake:”SRAH-SRAHAN”.
WERDINE SRAH-SRAHAN
Nuwun-nuwun kaulonuwun kanti
eambaran payu g bud rahayu tansah
angunjukaken raos pujo-puji suko
syukur wonten ngarsu dalem gusti yang
moho  agung.rahayuo sagungeng
dumadi tansah kajiwo soho kasaliro
dumateng kulo lan panjenengan sami.
Amit pasang aiman tabek tinebehno ing
ilodini menyang tulak sarik.
Asaammuallaikum warahmatulahhi
wabarrrakatuh. Pnjenengan ipun bapak
...... soho ibu ....ingkang mangku gati.
Kang kulo hormati. Soho sepuh,
sesepuh, pinisepuh ingkang kulo
bekteni. Para bapak soho poro ibu tamu
undanggan kakung sumawono puri ugi
kulo hormati. Kulo boten ateges
cumantoko kadok wani muarang dugo
kulo madeng wonten ngerso
panjenengan sami soho hanggempil
kamardikane panjenegn sami ingkang
satemben wawan pangandikan
hanenggeh aurat ipun anggen kulo
mestuti jejibahan luhur. Kulo kapiji
pinongko duto saroyo sulih sariro
saking panjenengan ipun bapak soho
ibu....ingkang mengku gati kulo
kadawuhan utawi kautus hamasrahaken
srah-srahan utawi seh prenoto-
pernatane anak kulo....hanindakaken
jejodohan utawi darmane urip.
Wondene werdine srah-srahan :
pengaten kakung kapasrahaken bopo
moro sepuh,supados karengkuh kadyo
putranipun pribadi, kaparingan asmo “
MANTU”. Bab sepindah wondene
jangkep ongko kaping kalih manten
kakung soho manten putri kapasrahan
tanggel jawab utawi sesanggeman
ingkang pari kedah katindakno pinang
anten kekalih: kaujudaken ubo rampen
ingkang karacik wujud srah-srahan.
Jambe suruh temurose:
werdine=jambe: sejo kang nembe.
Suruh: kesusu weruh. Temu rose:
tinemu kang podo rasane.
Prasemone : yen diwalik seje corake
,yen ginigit podo rasane.
Werdine: urip kang ungguh wujud
lanang lan uri kang wujud wadon
kalamun nindakake darmane urip
utawi nindakake katresnan podo
ngrasakake nikmat.
Wondene wujude janur kuning kang
maengkung: werdine =janur: sejaning
nur. Kuning : lakune ning. Malengkung
: mleleng menyang kang kakung.
Hambabar cipto, roso, karso manunggal
nyawiji nedyo nindakaken adum
katresnan. Pramilo kagambaraken griyo
utawo wisma sak jodo kang werdine:
pinag anten kekaleh nedyo jejodohan .
kawastanan “jolen”:jarwo jothoke “
nedyo utawi sumadyo ngijoli kalen..
Wondene kawujudaken ketan: wedine
yaiku pengaten kekalih tansah
reraketan utawi cecaketan.
Wondene kawujudaken gedang rojo
setangkep: werdine inggih puniko=
gedang : gumregeto tumandang. Rojo:
roso kang sinejo kanthi jejodohan.
Yen wanci rino gumeregeto tumandang
makaryo ngupoyo pangan lan
sandhang. Yen wanci dalu : gumregeto
tumandang nindakaaken darmaning
urip utawi andom katresnan.
Kawujudaken kupat lepet:werdine
kupat:pinongko jimat kang lungguh
wujud wadon. Lire kupat yen kadahar
kedah kasigar : werdine sigar barang
siji begar. Mulo ungguh penganten
wadon.
Wondene lepet:jimate penganten
kakung. Werdine lepet kanggone klelep
kanthi mepet. Sebab jodone barang siji
mbegar.
“saru, gehhhhh” nanging wong sakalam
donyo kok nindakaaken. Yen mkaten
utomo ,pramilo kawastanan “
SARUTOMO” . Dumadine wong sak alam
donyo mulo kasebat: jimat werdine
barang siji kang di rumat utawi barang
siji dadi nikmat.
Kawujudaken lawe wenang acak ilir an
iyan lan prabot dapur.
Werdine lawe wenang: kang duwe
tanggung jwab mikul kabutuhane
panggan lan sandhang , kang kumlawe
wewenange wong lanang.
Wondene wujud wadon : kawasanan
dewi pertiwi lire: diwenwhi koyo wong
lanang wajibe nggemeni, nastiti, ngati-
ati. Ibu pertima lire : dadi babu kang
merteni bale omah. Mulo kawastanan
pedaringan: lire biso mepet darrbeni
pangan lan sandhang.
Kawujudaken tolen: werdine sarono
kanggo gumregete tumandang sebab
kanggo to-to lan olat-olet. Kanthi kocho:
lire lire kroso marem kathon cetho lan
trewoco.
Kawujudake bale domas lan guling:
werdine bale:nyebale/metune. Domas:
wujud sejodo podo gumuling koyo wong
odo nanging biso ambabar mas. Lire
sejodo:koyo wong bodho, nganggo baju
di lepas,katok di lepas , nganggo jarit di
lepas dadi koyo wong boddho mbabar
mas. Lire biso mbabar nikmat. Kang
kawastanan tirto prawito suci. Panjing
surupe lungguh ono ing bokor kencono
mertopo ing gedogo kencono.
Bokor kencono dununge jiwo rogone
penganten putri.
Gendog kencono dununging
kandunganne pengaten putri.
Kodrat soko prabawane bawono soyo
agen soyo ageng dungkat titi wanci,
nedyo jengkar saking pertapan gendogo
kencono nedyo mbuko kori sri
penganti. Mbuko kuwi: mbukak kori
yaiku lawang sri: kuwi wedok. Penganti
: kuwi penganten. Lire nedyo buko
lawange penganten wedok,brol
sesarengan geter lan peter ambabar ono
alias anank.
Mulo , kawastanan sangkan parane
dumadi ono.
Makaten babareng srah-srahan pramilo
ubo rampen srah-srahan.
Samudayanipun kulo aturi nampi
namung kulo sa pengiring kulo suwon
kondur soho kulo nyuwun pangestu sak
lampah kulo wonten ing margo ngantos
dumugi papan pidaleman ipun sowang-
sowang kalis nir ing ambikolo.
Wondene anggen kuo nindakaaken
jejibahan pinongko taange atur kulo
manungso lumprah boten lepas saking
kekilapan bilih wonten tumpang sune
atut kirang kresepaken raos penggalih
panjenengan sami kulo nyuwun
rumentahing sing kawelasan soho sehin
kemirahan. Kulo nyuwon lumebereng
samudro kang agung

Selasa, 14 Juli 2015

Marisi anak 3 perkoro

marisi anak 3perkoro
Bismillahirahmanirahim..........
Ono bapak ngomong nang anak e ,
'' Awas yo , lek ulanganmu bijine
elek , ojo nyeluk aku bapak
maneh !''
Sesuk e bapak e takon nang anak
e ,
''Piye hasille ulanganmu le . . ?''
Anak e jawab ,
''Remuk Bro...''
Lek pingin duwe anak apik dadio
wong tuo seng apik , anak iku
potho copy ne wong tuo ,,
=> Lamun wong tuwo keliru mimpine
Ngalamat bakal getun mburine
Wong tuwo loro, kundur ing ngarso
pengeran
Anak putune, rame rame rebutan
warisan
Mulo wong tuo ninggal warisan
bondho dunyo iku kliru ,
mergo besok nang akhirat ora ono
pitakonan anak mu mbok tinggali
dunyo sa'piro.....?
Seng bener niku wong tuo ninggali
3perkoro yoiki :
1. ILMU
Anak iku amanat titipane gusti Allah
, mulo anak iku perlu di didik
tuntunan agomo islam . di ngertek
no iki larangan ,iki ganjaran , iki
perintah, iki duso, iki oleh,iki g
oleh
didik anak iku wajib , yen ora
sanggup di pasrahne kyai ,uztad
,guru lan sak pinunggalane
2. AKHLAQ
Bahasa tubuh iku luwih utomo
tinimbang bahasa lesan
Ojo mung pinter merintah , tapi
pintero nyontoni
nyontoni ping pisan iku luwih becik
tinimbang merintah ping sewu
3. DUNGO
mergo dungone seng biso di arep-
arep wong tuo zo iku dungane anak
(anak kang sholeh)
Bejo kemayangan kanggone wong
tuo seng duweni anak kang sholih
lan sholikah , iso ngangkat
derajatte wong tuo ono ing dunyo
dumugi tekan akhirat
Mugo-mugo kulo lan panjenengan
sedoyo di paringi anak ingkang
sholih (yen putro) sholikah (yen
putri) amiiin

4 golongan manungso

★ 4 GOLONGAN MANUNGSO MITURUT IMAM AL-
GHOZALI ★
=====================================
Bismillah, Wal-Hamdu Lillah,
Was-Shalatu Was-Salamu 'Ala Raslulillah,
Poro pemaos ingkang minulyo :
Enten 4 golongan manungso miturut penggolo_
nganipun Iman Ghozali , Sinten mawon golongan
sekawan niku wau.......?
⇉ Ingkang nomer setunggal golongan manungso
seng bejo urip ten alam dunyo lan bejo ten
akhirat , sopo rupane,,,,,?
Injih meniko tiang sugeh ingkang sregep ibadah ,
shodakoh nyah_nyoh
⇉ Ingkang nomer Kalih : Tiang ingkang bejo ten
dunyo Ning ciloko ten akhirat , sopo rupane...?
Injih meniko tiang sugeh ingkang demen maksiat ,
boten purun ibadah ,termasuk njih tiang sugeh
ingkang dados rentenir , tukang korupsi (maling)
, durhoko maring wong tuwo ...niku golongan
ingkang bejo dunyo ning coloko ten akhirat
⇉ Ingkang nomer Tigo : Tiang ingkang ciloko
dunyo BEJO akhirat ,sopo rupane...? Injih meniko
tiang miskin ingkang SREGEP IBADAH , senajan
uripe rekoso ning tetep purun ibadah kelawan
sabar , benjang ten akhirat dados tiang ingkang
bejo , mlebet suargone disek dhewe
• Ngamal niku ganjarane Enten ingkang dilipat
taken 10 , enten ingkang dipun lipataken 700 , lan
enten ugi dipun lipataken berlipat-lipat boten
saget dipun itung
★ Ngamal ingkang di lipataken 10 niki jenis
ngamal rogo, kados :maos qur'an tetulung /bantu-
bantu tiang
★ Lajeng enten ngamal ingkang di lipattaken 700,
njih meniko ngamal nganggo bondo ,ternasuk
shodakoh , infaq , slametan
★ Enten amal ingkang ganjarane berlipat-lipat
boten saget dipun itung , njih meniko ngamal
nganggo ati, contone : sabar , iklas , tawakal
Mulane tiang miskin ingkang sabar senajan ten
dunyane soro ning bakale bejo ten akhirate
⇉ Nah ingkang paling rekoso niki golonganipun
manungso ingkang nomer sekawan , injih meniko
ciloko ten dunyo lan ciloko ten akhirat ,sopo
rupane...? wes nang dunyo mlarat senengane
maksiat boten purun sholat (niku arane mlarat
lengkap) , wes nang dunyo susah boten purun
ibadah ning akhirat di paido kalih gusti Allah
- Nah kinten-kinten panjenengan niki tumut
potongan golongan ingkang pundi....?
NB; Mugi-mugi kulo lan panjenengan sedoyo
termasuk mlebet golonganipun manungso ingkang
nomer setunggal ,njih meniko BEJO TEN DUNYO
LAN BEJO TEN AKHIRAT......ALLAHUMA
AMIIIIIIIIIIN..........

Bedane sebut tuhan dan allah

Bedane penyebutan kata TUHAN lan
ALLOH
Bismillah, Wal-Hamdu Lillah,
Was-Shalatu Was-Salamu 'Ala Raslulillah,
''Critane ''Mbah Ojo Dumeh'' lagi nyukani
gambaran maring putune seng arane ''Tansah
Eilingo'' masalah perbeda'an antarane penyebutan
''Tuhan'' Lan ''Alloh'' '' ﺍَ ﻟﻠَّﻪُ ''
Mbah Ojo Dumeh : ''Le ngger wong islam iku
seng prayogo nyebut pangeran ne iku kanti
sebutan Allah '' ﺍَ ﻟﻠَّﻪُ '' ,ora tuhan ,''
Tansah Eilingo : ''La bedane tuhan kalih Allah '' ﺍَ
ﻟﻠَّﻪُ '' niku nopo mbah.....?''
Mbah Ojo Dumeh : ''Yo bedo le, yen tuhan iku
yo tuhan yen Allah iku yo Allah wehehe'' ,
Tegese Allah iku mbok apak-apak ne teteb
Allah '' ﺍَ ﻟﻠَّﻪُ '' ''
Tansah Eilingo : ''Maksudte pripun mbah....?''
Mbah Ojo Dumeh : ''Tegese ALLAHU '' ﺍَ ﻟﻠَّﻪُ '' ,Iku
yen mbok ilange ''ALIF'' e munine LILLAH ﻟِﻠَّﻪِ
teteb Allah , yen mbok ilange ''LAM'' e dadi
''LAHU'' ﻟَﻪُ , IKU YO TETEB ALLAH, yen ''LAM'' Mbok
ilangi maneh unine ''HU'' ( ﻩُ ) ,artine ''DIA'' yo
teteb Allah,''
Tansah Eilingo : ''Lalek ''HU'' ne di ilange maneh
mbah......?''
Mbah Ojo Dumeh : ''Oooo.....Yo sampean iku
seng ilang heemmm.......mosok kok areb mbok
ilangi kabeh...''
Tansah Eilingo : ''Wehehe...!!!!'' ( Mringis
mbalelo )'' , Lajeng yen TUHAN pripun
mbah......?''
Mbah Ojo Dumeh : ''La yen tuhan ora biso
ngunu iku ,Mulane yen sampean sowan nang
daleme pak kyai / poro alim , trus diwenehi
dzikir iku mesti ''IKI DZIKIRE MUNI ALLAH ( ﺍَﻟﻠَّﻪُ )
X1000'' , Ora ono kyai kok ngewehi dzikir '' IKI
DI WOCO TUHAN X1000'' , iyo pow ra....?''
Tansah Eilingo : ''wehehe njih mbah...!!!!''
Mbah Ojo Dumeh : ''Nah Allah ﺍَﻟﻠَّﻪُ iku mbok woco
cepet yo iso ﺍَﻟﻠَّﻪُ ﺍَﻟﻠَّﻪُ ﺍَﻟﻠَّﻪُ ﺍَﻟﻠَّﻪُ Allah, Allah, Allah
,Allah, Allah , di wocoooo kalem yo siiiip ,, ﺍَﻟﻠَّﻪُ
, ﺍَﻟﻠَّﻪُ , ﺍَﻟﻠَّﻪُ , ﺍَﻟﻠَّﻪُ , Allahu , Allahu, Allahu...
Jajal yen TUHAN,,,,
tuhan,,tuhan,,,tuhantu,,,hantu,,,hantu,,,Waaaaah
seng teko malah Grandhong , mak lampir ,lan
sak bala-balane ''
Tansah Eilingo : ''Wehehe.....njih ,,,njih
mbah...leres niku....''
Mbah Ojo Dumeh : ''Ono maneh wong arepe mati
(naza') iku yo di anjurke di tuntun
''Mbah,,,nyebut,,mbah,,,nyebut,,,,Allah...A...ALLAH...Trus
melu-melu nerok ke Allah,,,Allah, pas waktu
Ngex_ngox (mati) kan penak ,insya Allah iso
khusnul khotimah , lalek tuhan piye jal ,
'Mbah,,,nyebut,,mbah,,,nyebut,,,,Tuhan,,,Tuuuhaaaan,
trus melu-melu Tuuuhaaan,,,,TuhaaanTu,,,,Ngex_
ngox (mati) jal trus piye ngunu ''
Tansah Eilingo : ''Wah....wah....berbahaya niku
mbah''
Mbah Ojo Dumeh : ''Nah mangkane iku
perbeda'ane penyebutan TUHAN lan Allah'' , wes
faham pow durung.....?''
Tansah Eilingo : ''Njih mbah Alhamdulillah
sampun faham, matur suwun mbah ''

Senin, 25 Mei 2015

DUNIA HANYA SEBENTAR SAJA

Nikmat dunia hanya sebentar
Adalah seorang pemuda yang tengah
berjalan-jalan ditepi hutan untuk mencari
udara segar, ketika dia tengah berjalan,
tiba-tiba terdengarlah bunyi auman suara
harimau... Auuuummmm....!!!!! Seekor harimau
yang sedang lapar dan mencari mangsa
untukmengisi perutnya dan tiba-tiba sudah
berada dihadapan pemuda. Pemuda tadi
karenatakut, diapun berlari semampu dia
bisa, Harimau yang sedang lapar tentunya
tidakbegitu saja melepas mangsa empuk di
depan matanya, harimau itupun mengejar
pemuda tadi. Ditengah kepanikkannya,
pemuda tadi masih sempat berdoa, agar
diselamatkan dari terkaman
harimau,...Rupanya doanya dikabulkan,
dalam pelariannyadia melihat sebuah sumur
tua,..Terlintas dibenaknya untuk masuk
kedalam sumur itu,..Karena harimau pasti
tidak akan mengejarnya ikut masuk
kesumurtersebut.
Beruntungnya lagi ternyata sumur tersebut
ditengahnya ada tali menjulur ke bawah,
jadi pemuda tadi tidak harus melompat
yang mungkin saja bisa membuat kakinya
patahkarena dalamnya sumur tersebut. Tapi
ternyata tali itu pendek dan takkan
sanggup membantu dia sampai kedasar
sumur, hingga akhirnya dia bergelayut
ditengah-tengahsumur, ketika tengah
bergelayut dia menengadahkan mukanya
keatas ternyata harimau tadi masih
menunggunya dibibir sumur, dan ketika dia
menunduk kebawah, terdengar suara
kecipak air,..Setelah diamati ternyata ada 2
ekor buaya yang ganas yang
berusahamenggapai badannya,.
Ya Allah bagaimana ini, diatas aku ditunggu
harimau, dibawah buaya siap menerkamku,
ketika dia tengah berpikir caranya keluar,
tiba-tiba dari pinggir sumur yang ada
lobangnya keluarlah seekor tikus putih
..ciiit...ciiit... ....ciit...Yang naik meniti tali
pemuda tadi dan mulai menggerogoti tali
pemuda tadi,..Belum hilang keterkejutannya
dari lobangsatunya lagi muncul seekor tikus
hitam yang melakukan hal sama seperti
tikus putih menggerogoti tali yang dipakai
pemuda tuk bergelantungan. Waduh ...jika
tali ini putus, habislah riwayatku dimakan
buaya..!!! cemas dia berpikir,...Jika aku naik
keatas ....Sudahpasti harimau menerkamku,.
.Jika menunggu disini...Lama-lama tali ini
akan putus danbuaya dibawah siap
menyongsongku... Saat itulah dia mendengar
dengungan rombongan lebah yang sedang
mengangkut madu untuk dibawa
kesarangmereka,..Dia mendongakkan
wajahnya keatas..Dan tiba-tiba jatuhlah
setetes madu dari lebah itu langsung
tertelan ke mulut pemuda tadi. Spontan
pemuda tadi berkata...Subhanallah ..Alangkah
manisnya madu ini,..Baru sekali ini aku
merasakan madu semanis dan selezat ini...!!!
Dia lupa akan ancaman buaya dan harimau
tadi.
Tahukah sahabat, inti dari cerita
diatas...???Pemuda tadi adalah kita semua,
harimau yang mengejar adalah maut kita,
ajal memang selalu mengejar kita. Jadi
ingatlah akan mati.Dua ekor buaya adalah
malaikat munkar dan nakir yang menunggu
kita di alam kubur kita nantinya . Tali
tempat pemuda bergelayut adalah panjang
umurkita,..Jika talinya panjang maka
pendeklah umur kita, jika talinya pendek
maka panjanglah umur kita. Tikus putih dan
tikus hitam adalah dunia kita siang dan
juga malam yang senantiasa mengikis umur
kita. Diibaratkan di cerita tadi tikus yang
menggerogoti tali pemuda. Madu setetes
adalah nikmat dunia yang hanya
sebentar.Bayangkan madu setetes tadi
masuk ke mulut pemuda,...Sampai dia lupa
akan ancaman harimau dan buaya,..Begitulah
kita, ketika kita menerima nikmatsedikit,
kita lupa kepada Allah. Ketika susah baru
ingat kepada Allah.. Astaghfirullah
1 menit untuk mengingat Allah
Sebutlah dengan sepenuh hati dan lidah
yang fasih akan:* SUBHANA'LLAH*
ALHAMDULI'LLAH* LA I LAHA ILLA'LLAH*
ALLAHU AKBAR* ASTAGHFIRU' LLAH* LA ILAH
ILLA'LLAH, MUHAMMADUN RASULU'LLAH*
ALLAHUMMA SHOLLI ALA WA SALLIM WABARIK
ALA SAYYEDINAMUHAMMAD *WA AALIHI WA
SAHBIHI AJMA'EEN

7 sunah rosul

7 sunnah rasul
YOIKU:
1. Jumenengaken SHOLAT TAHAJUD
-Bilih faedahipun sholat tahujut puniko
mekaten
Rasulullah SAW ngendika: “seng sapa wonge
shalat Tahajud kanthi apik, lan tertib kang
rapi, Allah SWT bakal menehake 9 kemuliaan
:
5 macem ing donya lan 4 macem ing
akhirat.
” Lima kautamaan ing donya yaiku'':
- Diadohake dening Allah saka bencana
-Tandha taate ketok ing praupane
-Bakal ditresnani para hamba Allah kang
shaleh lan kabeh manungsa.
-Ilate bisangucap ukara kang ngandut
hikmah.
-Bakal didakekake wong bijak.
''Papat kautamaan ing akhirat, yaiku'' :
-Raine sumringah nalika tangi saka kubur
ing dina piwales
- Bakal entuk keringanan nalika di hisab
-Bisa cepet kaya guntur nalika nyebrang
jembatan Shirotol Mustaqim
-Cathetan amale diwenehake ing tangan
tengen
2. MOCO QUR-AN ANGEN-ANGEN SAK
MAKNANE
Angen-angen ayatte qur-an iku sunnah
mergo ne supoyo biso gampang di
laksanak ake utowo di amalke
3. SHOLAT KANTI BERJAMAAH
Supoyo intuk ganjaran akeh 27 derajat
4. NINDAK AKE SHOLAT DHUHA
Supoyo rizkine lancar : rizki iku akeh
wujudte iso ,nikmat ,sehat
,duwet,dulur,kasenengan,solusi lan lio liane
5. NGEKEHI SODHAKOH
ngomong ne sodakoh wah katah sanget
fadilahe termasuk tolak balak
6. JOGO WUDHUNE
Kersane wajahe bersinar lan tansah dalam
keadaan suci
7. NGAKEHI ISTIGHFAR
Manungso iku panggonane lali karo salah
Mugo-mugo kulo lan panjenengan sedoyo
sagetto nglampahi sunnah puniko kanthi
istikomah amin.....

OJO NGENTENI

tembung “Ojo NGENTENI” sing perlu
dihindari:
- Ojo NGENTENI bungah disek banjur
lagi iso mesem , Nanging mesemo
,supoyo mengko biso bungah
- Ojo NGENTENI Sugih banjur lagi
shodakoh, Nanging shodakoh-o , mulo
ben tambah sugih
- Ojo NGENTENI semangat banjur lagi
tumindak, Tapi Tumindak o ,mengko
bakal iso semangat
- Ojo NGENTENI di perdulekne wong
banjur lagi iso merdulekne, nanging
perdulia marang wong liya! mula siro
bakal diperdulekne.
- Ojo NGENTENI wong mahami kito
banjur kito lagi iso mahami marang
wong iku, nanging pahammono wong
iku ,mulo wong iku mengko bakal biso
memahami marang kito
- Ojo NGENTENI di tresnani banjur lagi
iso nresnani , nanging belajaro
nresnani mulo siro bakal di tresnani
- Ojo NGENTENI sugeh duwet banjur
iso urip tenang , nanging urippo kanti
tenang , mulo yakinno dudu mung
duwet seng bakal teko nanging biso
rejeki liyo liyane
- Ojo NGENTENI contho banjur
tumindak meloni, Nanging tumindak o,
Mulo siro bakal dadi contho sing
dimeloni
- Ojo NGENTENI ISO banjur tumindak,
Nanging Tumindak o , Mulo Siro yakin
bakal ISO
- Ojo NGENTENI Sukses Banjur
bersyukur, Nanging Syukur-o , Mulo
bakal nambah kasuksesanmu
Manungso iku ora biso nentokno
bisane mung ikhtiar dungo karo
nemokno