Wejangan ke-3 Kahananing DatSajatine manungsa iku rahsanIngsun lan Ingsun iku rahsaning manungsa, karana Ingsun anitahake adam asal saka anasir patang prakara, bumi, geni, angin, banyu. Iku kang dadi kawujudaning sipat Ingsun, ing kono Ingsun panjingi mu-dah limang prakara, nur, rahsa, roh, napsu, budi. Iya iku minangka warananing wajah Ingsun kang maha suci.Nasehat ke-3 Keadaan DzatSesungguhnyamanusia itu rahsaKUdanAKUitu rahsanya manusia, karena AKU menciptakan
Adam berasal dari empat perkara, bumi, api, angin, air. Itu sebagai perwujudan sifatKU, di sana AKU tempatkan lima perkara, nur, rahsa, roh, nafsu, budi. Itulah sebagai perwujudan wajahKU yang maha suci.
Nasehat ke-3 menerangkan bahwa manusia diciptakan sebagai ‘rahsa’ (bukan rasa, sebab antara rasa dan rahsa dalam keilmuan jawa berbeda) dari Allah, dan Allah itu sebagai ‘rahsa’ dari manusia. Yang dimaksud adalahbahwa Allah menciptakan manusia menurut gambaranNya atau menurut citraNya, seperti pernah saya kemukakan bahwa pada tubuh manusia tertulis huruf ALLAH, yaitu: (terlihat saat mengangkat kedua tangan, seperti dalam takbiratul ihram, membaca allahu akbar)alifsebagai garis dari ujung jari tangan kananturun hingga ke ujung jari kaki kanan,lampertama dari ujung jari tangan kanan turun melalui bahu kanan dan naik ke puncak kepala,lamkedua dari puncak kepala turun melalui bahu kiri dan naik hingga ujung jari tangan kiri,hasebagai garis dari ujung jari tangan kiri turun hingga ujung jari kaki kiri.Dan manusia diciptakan berasal dariempat unsuryang merupakan gambaran sifat- Nya yaitu bumi, api, angin dan air.
Bumidalam tubuh kita terwujud pada hal-2 yangbersifat kedagingan, dan dibagi menjadidua hal yaitu yang merupakanunsur dari bapakberupa tulang, otot, kulit dan otak, danunsur dari ibuberupa daging, darah, sungsum dan jerohan.
Apidalam tubuh menjadikanempat nafsuyaitu aluamah, amarah, supiyah dan mutma’inah.Aluamahberwataksuka terhadap makanan, sifatnyamembangkitkan kekuatan badanAmarahberwataksuka marah, emosi, sifatnyamembangkitkan kekuatan kehendak(bhs jawa : karep)
Supiyahberwatakkeinginan,keterpesonaan,keinginan memiliki, bersifatmembangkitkan kekuatanikirberupaakalMutmainahberwatakkesuciandanketenangan, bersifatmembangkitkan kekuatan untuk berpantang(bhs jawa : tarakbrata)
Angindalam tubuh kita terwujud dalam empat hal yaitu
napas,tannapas,anapasdannupus.
Napasmerupakan ikatan badan fisik, bertempat di hati suwedhi, yaitujembatan hati, berpintu dilisan
Tannapasmerupakanikatan hati, bertempatdi pusar, berpintu dihidung
Anapasmerupakanikatan roh, berpintu ditelinga
Nupusmerupakanikatan rahsa, bertempat dihati pusat yang putihyaitujembatan jantung, berpintu dimata.
Airdalam tubuh menjadikanempat elemen roh
yaitu roh hewani, roh nabati, roh rabbani dan roh nurrani.
Roh hewani, menumbuhkankekuatan badanRoh nabatimenumbuhkan rambut, kuku, danmenghidupkan budiRoh rabbanimenumbuhkanrahsa(dzat hamba)Roh nurranimenumbuhkancahaya.Setelah empat unsur alam terbentuk dalam tubuh manusia, kemudian Allah menempatkan pula lima hal yaitudzat hamba(jawa : mudah) sebagaigambaran wajah-Nyayaitu nur, rahsa, roh, nafsu dan budi.Nur, merupakan terangnya cahya, jika mewakili Dzat Yang Maha Suci dapat menerangi lahir batinRahsa, rasa jika mewakili Dzat Yang Maha Suci dapat menumbuhkan daya ketenteraman di lahir batinRoh, penglihatan roh jika mewakili Dzat YangMaha Suci menjadikan penguasaan sempurnaNafsu, kekuatan nafsu jika mewakili Dzat Yang Maha Suci menumbuhkan kekuatan kehendak yang sentosaBudi, penciptaan budi jika mewakili Dzat Yang Maha Suci menumbuhkan daya cipta yang sentosa.Oleh karena itulah beberapa orang mengatakan bahwa manusia mempunyai sifat-2 Tuhan dan juga mempunyai kesucian wajah Tuhan.Wejangan ke-4 Pambukaning tata malige ing dalem betalmakmursajatine Ingsun anata malige ana sajroning betalmakmur, iku omahenggoning parameyanIngsun, jumeneng ana sirahing Adam. Kang ana sajroning sirah ikudimak, yaiku utek, kang ana antaraning utek iku manik, sajroning manik iku bu-di, sajroning budi iku napsu, sajroning napsu ikusuksma, sajroning suksma iku rahsa, sajroning rahsa iku Ingsun, ora ana Pangerananging Ingsn, dat kang nglimputi ing kaanan jati.